Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Besar

Pusat Belajar Pertanian Terpadu Lamteuba Aceh Besar Panen Perdana Bawang Merah

"Misalnya air yang masih mengandalkan tadah hujan, pola tanam awal yang masih alami tanpa menggunakan mulsa, pengendalian hama dan penyakit tanaman...

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
Doc. Muslahuddin Daud
Penggagas sekaligus pemilik PBPT, Muslahuddin Daud memperlihatkan bawang merah yang baru di panen beberapa waktu lalu. 

"Misalnya air yang masih mengandalkan tadah hujan, pola tanam awal yang masih alami tanpa menggunakan mulsa, pengendalian hama dan penyakit tanaman, harus dihemat, serta faktor pendukung lainnya," katanya kepada Serambinews.com, Kamis (23/1/2020).

Laporan Masrizal | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Sejak diluncurkan gagasan Pusat Belajar Pertanian Terpadu (PBPT) di Lamteuba Aceh Besar empat bulan yang lalu, kini sudah berhasil memproduksi komoditi pertamanya, yaitu bawang merah.

Penggagas sekaligus pemilik PBPT, Muslahuddin Daud mengatakan, sangat senang dengan keberhasilan ini.

Dikarenakan komoditi bawang merah yang ditanam itu sangat minim faktor pendukungnya.

"Misalnya air yang masih mengandalkan tadah hujan, pola tanam awal yang masih alami tanpa menggunakan mulsa, pengendalian hama dan penyakit tanaman, harus dihemat serta faktor pendukung lainnya," katanya kepada Serambinews.com, Kamis (23/1/2020).

Muslahuddin yang juga Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Aceh menjelaskan, metode penanaman menggabungkan pola tradisional dan perawatan.

Dengan mengawinkan agroclimate serta kebutuhan tanaman sesuai tahapan.

Asisten I Setdakab Aceh Singkil Ingatkan Pendamping PKH Agar Pastikan Bantuan Sampai ke Penerima

"Ini salah satu role model yang dapat diaplikasi. Keberhasilan ini sangat bermakna, karena harga bawang merah juga dalam kondisi yang mahal di atas 30 ribu rupiah," ujar dia.

PBPT direncanakan dibangun secara lengkap.

Mulai dari kelengkapan sarana prasarana pelatihan hingga demoplot seluruh komoditi yang layak sebagai sekolah lapangan.

Pertanian terpadu ini merupakan kombinasi tanaman kehutanan, perkebunan, hortikultur, farmakultur, perikanan, hingga peternakan.

"Peserta didik nantinya akan memiliki keahlian untuk memproduksi dengan hasil maksimal dari setiap komoditi," tambahnya.

Sementara pilihan komoditi, akan disesuaikan dengan lokasi yang akan direplikasi.

Target penghasilan yang diharapkan mulai dari skala kecil, sedang, atau besar.

Ia berharap, replikasi ini akan terjadi pada petani perorangan, kelompok, koperasi, BUMG atau bahkan korporasi.

"Selain budidaya, di sini juga akan dilatih soal penyediaan agro input, vulue link dan nilai tambah, market linkage dan penguatan kelembagaan," pungkasnya. (*)

Pelamar CPNS Bireuen Ujian Mulai 27 Januari, Perhatikan Syarat Ikut Ujian

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved