Tak hanya Virus Corona, Hukuman Menanti Warga China yang Kurang Modis

Masyarakat dilarang mengenakan piyama di depan umum, serta "perilaku buruk" lainnya seperti berbaring di bangku dengan cara "tidak beradab", dan...

Tak hanya Virus Corona, Hukuman Menanti Warga China yang Kurang Modis
BBC News
Potongan rekaman CCTV memperlihatkan seorang perempuan yang berjalan mengenakan piyama, lengkap dengan identitasnya. Kota di China harus meminta maaf setelah kebijakan mereka dikecam netizen, dan dianggap mempermalukan orang.(BBC News) 

Masyarakat dilarang mengenakan piyama di depan umum, serta "perilaku buruk" lainnya seperti berbaring di bangku dengan cara "tidak beradab", dan membagikan selebaran iklan.Public shaming yang dilakukan pemerintah China membuat banyak orang marah.

SERAMBINEWS.COM, - Tak hanya soal virus corona yang menggegerkan dunia, pemerintah China juga dikenal kerap mengeluarkan berbagai peraturan tegas yang mengatur hidup warganya. 

Selain soal pembatasan waktu bermain game online bagi anak-anak, kini pemerintah negara tirai bambu ini menyiapkan hukuman bagi orang-orang yang dianggap kurang modis.

Ketika warga di negara maju memprotes pemerintah karena alamat email mereka dibagikan di antara perusahaan teknologi (serta iklan yang relevan), penduduk di China menjadi subjek pengawasan digital yang lebih kejam.

Seperti dilaporkan News.com.au, "Pemerintah China secara terbuka telah mempermalukan orang karena berpakaian lusuh, dan mendesak masyarakat untuk mencemooh orang lain demi uang.

"Pejabat pemerintah dari kota Suzhou, sebelah barat Shanghai, merilis gambar seseorang, mengidentifikasi mereka 'bepergian dengan piyama' dan menyebut perilaku mereka tak pantas," demikian laporan News.com.au.

Akibat Mobil Tangga Damkar Rusak, Petugas Sempat Kesulitan Padamkan Api di Lantai Tiga Hotel 61

"Orang-orang dipotret di mal, dan gambar yang menyertakan kartu identitas mereka, termasuk foto kepala, dibagikan kepada WeChat, platform media sosial yang populer di China."

Menurut media China, The Paper, aturan ini terjadi setelah pada Agustus 2019.

Biro Administrasi Kota Suzhou mengunggah pengumuman di WeChat, meminta warga untuk menggunggah foto-foto yang menunjukkan perilaku tidak beradab, dengan imbalan uang tunai sebesar 10 Yuan atau setara Rp. 19,7 ribu. 

BBC juga mengonfirmasi hal ini, menjelaskan bahwa masyarakat dilarang mengenakan piyama di depan umum, serta "perilaku buruk" lainnya seperti berbaring di bangku dengan cara "tidak beradab", dan membagikan selebaran iklan.

Public shaming yang dilakukan pemerintah China membuat banyak orang marah.

Beberapa mengatakan tidak ada yang salah dengan mengenakan piyama di depan umum, sedangkan sebagian lainnya meratapi invasi privasi publik yang dilakukan pemerintah.

Begitu cerita itu menyebar, pejabat dari Suzhou meminta maaf dan mengatakan bahwa mereka akan mengaburkan bagian wajah pada sebuah foto di kemudian hari.

Meraka juga merilis pernyataan, "Kami ingin mengakhiri perilaku tidak beradab, namun tentu saja kita harus melindungi privasi warga." 

Satlantas Polres Simeulue Datangi SMA, Ini Pesan Kasatlantas kepada Siswa 

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Hukuman Menanti Warga China yang Kurang Modis

Editor: Nurul Hayati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved