Breaking News:

Bendung Karet Kembali Bocor, Pasokan Air Baku Turun 30 Persen  

Penahan air yang dapat mengembang dan mengempis itu robek bagian tengahnya sepanjang 15-20 cm akibat tertusuk kayu besar yang dibawa

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadis PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin, bersama penjaga bendungan karet dan pata Direktur PDAM Tirta Daroy, melihat bendungan karet yang bocor, Rabu (29/1). 

BANDA ACEH - Bendung karet di Lambaro Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, kembali bocor. Penahan air yang dapat mengembang dan mengempis itu robek bagian tengahnya sepanjang 15-20 cm akibat tertusuk kayu besar yang dibawa arus Krueng Aceh pada akhir 2019. Bocornya bendung tersebut berdampak pada menurunnya pasokan air baku bagi PDAM di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub berharap bendung karet tersebut dapat segera ditangani agar tidak berdampak luas ke masyarakat. "Kami sangat berharap pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I sebagai pihak yang berwenang agar dapat menanganinya segera. Sebab kebocoran bendung ini akan berdampak pada suplai air PDAM, " ujar Novizal Aiyub.  

Sedangkan Direktur Teknis PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh, Irwandi yang berada di lokasi kepada Serambi, kemarin menjelaskan, bocornya bendung menyebabkan pasokan air baku turun 30 persen. "Dari normalnya 800 liter per detik kini menjadi 560 liter per detik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin MT yang ikut meninjau ke bendung karet menyatakan hasil temuan tim akan dilaporkan kepada Wali Kota Banda Aceh dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) I Sumatera. Menurutnya, pihak BWS akan segera ke lokasi untuk menanganinya agar bisa kembali berfungsi optimal.

Jalaluddin menyebutkan, bendung karet Lambaro memiliki tiga bagian. Titik kebocoran kali ini berada di bagian tengah. Kayu penyebab kebocoran memang sudah dicabut, namun agar tetap menggembung, petugas harus memompa bendung setiap 4 jam. "Karena bendung sudah bocor, kemampuannya untuk menahan air permukaan tidak maksimal lagi," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta pihak berwenang untuk segera menambal bendung agar kebocoran tidak makin parah. "Hal ini akan menyebabkan pasokan air untuk Banda Aceh dan Aceh Besar menurun drastis," jelasnya. (her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved