Luar Negeri
Inggris Resmi ke Luar dari Uni Eropa, Para Pendukung Pesta Pora, Bendera Diturunkan
Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa setelah menjadi anggota blok ekonomi itu selama 47 tahun
Mereka menyanyikan lagu-lagu patriotik dan beberapa di antaranya menyampaikan pidato, termasuk politisi Nigel Farage.
Sedang demonstran pro-UE mengadakan pawai di Whitehall untuk menyampaikan perpisahan kepada UE.
• Aminullah/Ampon Aiyub Ungguli Keuchik Zainal/Ahadi
• Hendra Tenggelam Saat Mandi di Krueng Jalin, Acara Silaturrahmi FEB Unsyiah Berubah Duka
Di Irlandia Utara, kelompok Komunitas Perbatasan Menentang Brexit mengadakan serangkaian protes di Armagh, dekat perbatasan dengan Republik Irlandia yang merupakan anggota UE.
Dalam pidato di Edinburgh, Menteri Pertama Nicola Sturgeon mengatakan Skotlandia dicabut dari Uni Eropa di luar kehendak mayoritas rakyatnya.
Turunkan Bendera
Warga Inggris akan langsung menyadari beberapa perubahan setelah negara mereka tidak lagi bergabung dengan UE.
Sebagian besar aturan UE masih akan berlaku, termasuk pergerakan orang secara bebas, sampai 31 Desember, ketika periode transisi berakhir.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan Inggris dan Brussels akan bertarung memperjuangkan kepentingan masing-masing dalam perundingan dagang.
Dia mengapresiasi warga Inggris yang telah berkontribusi bagi Uni Eropa dan membuatnya lebih kuat.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan, "Pada tengah malam, untuk pertama kalinya dalam 70 tahun, sebuah negara akan meninggalkan Uni Eropa. Ini adalah tanda alarm bersejarah yang harus didengarkan setiap negara anggota."
Di Brussels, bendera Inggris telah diturunkan dari tiang di luar Parlemen Eropa dan digantikan dengan bendera UE.
Inggris bergabung dengan Komunitas Ekonomi Eropa pada 1 Januari 1973, pada percobaan ketiga.
Dua tahun kemudian negara itu memilih, dengan suara mayoritas mutlak, untuk bertahan di blok ekonomi itu dalam referendum pertama.
Perdana Menteri David Cameron yang berhaluan konservatif kemudian menggelar referendum pada Juni 2016, di tengah desakan dari para anggota Partai Konservatif dan Partai Independen Inggris pimpinan Nigel Farage.
Cameron memimpin kampanye untuk bertahan di UE, namun kalah dari kubu Brexit pimpinan Boris Johnson, hasil suara 52 persen-48 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/personel-special-air-service-sas-pasukan-elite-inggris.jpg)