Mogok Massal
Ratusan Karyawan PT Mopoli Mogok Massal, Akibat 3 Bulan belum Digaji
Karyawan PT Mopoli melakukan aksi mogok kerja secara massal, yang diduga akibat menunggaknya gaji para karyawan selama 3 bulan.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Ratusan karyawan PT Mopoli di Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (1/2/2020), melakukan aksi mogok kerja secara massal, yang diduga akibat menunggaknya gaji para karyawan selama 3 bulan sejak November 2019, hingga Januari 2020.
Sehingga semua akifitas di perusahaan tersebut tidak dikerjakan oleh para buruh tersebut, baik beruh yang bekerja di bagian perkebunan dan bagian Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS).
Aksi mogok itu diduga akibat pihak perusahaan belum membayar gaji para karyawan selama 3 bulan untuk 625 orang karyawan.
Sehingga menyebabkan para karyawan resah, akibat banyak kebutuhan dalam rumah tangga sudah krisis tak terpenuhi lagi, sedangkan hutang kian bertambah untuk memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing setiap harinya.
Sementara, massa berkumpul di komplek Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang mencapai ratusan orang, dengan menyampaikan keluhan dan harapan kepada pihak perusahaan untuk segera melunasi gaji mereka.
Aksi yang berlangsung tersebut sebagai bentuk protes kepada perusahaan dan berharap segera membayar gaji mereka yang sudah tiga bulan belum dilakukan pembayaran.
"Kami hanya minta perusahaan segera membayar gaji kami, karena akibat tak ada gaji menyebabkan kami semua sudah kesulitan terhadap kebutuhan yang tidak terpenuhi lagi, ditambah lagi kebutuhan hari-hari lainnya, seperti jajan anak-anak ke sekolah, kami sedih, Pak," ungkap Zulfahri, Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK), Serikat Pekerja Aneka Industri, Federasi Serikat Metal Indonesia, Sabtu (1/2/2020), saat aksi itu berlangsung.
Aksi tersebut juga ikut dihadiri Komisi V DPR Aceh, Tarmizi SP yang juga putra setempat.
Tarmizi menerima keluhan para karyawan menyangkut dengan keluhan karyawan sudah 3 bulan tidak menerima gaji dari Perusahaan PT Mopoli, sehingga menyebabkan mereka terdesak terhadap kebutuhan rumah tangga setiap harinya.
Sementara pihak perusahaan dalam aksi tersebut tidak ada yang muncul, yang menurut karyawan setempat semua petinggi perusahaan tidak berada di lokasi saat ini.
Sedangkan Anggota DPR Aceh Tarmizi dalam kesempatan tersebut meminta semua karyawan untuk tidak berlaku anarkis, dan persoalan tersebut akan diselesaikan dengan cara baik-baik, sehingga pihak perusahaan setempat bisa melunasi semua hak-hak karyawan.
“Kita akan bawakan masalah ini ke Provinsi bersama dengan dinas terkait nantinya, sehingga persoalan yang dialami oleh para karyawan dengan pihak perusahaan dapat diselesaikan dengan baik,” ungkap Tarmizi.
Ia juga selaku putra daerah setempat merasa prihatin dengan kondisinya warganya saat ini, mereka yang bekerja di perusahaan tersebut tentu memiliki banyak tanggung jawab untuk keluarga masing-masing.
Namun dengan tertunggaknya gaji mereka kini menjadi salah satu masalah terhadap keluarga masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/m0g0kmassal.jpg)