Invest In Aceh
Transcontinent Mulai Gerakkan Aktivitas Pusat Logistik Berikat KIA Ladong
Dengan mulai beroperasinya KIA Ladong akan mendorong Sabang, Pelabuhan Malahayati, KEK Arun dan sebagainya untuk menggerakan ekonomi Aceh.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Fikar W Eda | Sumatera Utara
SERAMBINEWS.COM, MEDAN - PT Transcontinent milik pengusaha nasional asal Aceh yang mengelola Pusat Logistik Berikat (PLB) Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong Aceh Besar, Ismail Rasyid mulai menggerakkan aktivitas industri kawasan itu.
Dalam bulan ini, Transcontinent memasok peralatan berat dari Canada, berupa pompa bor untuk mengatasi pendangkalan sungai dan danau yang akan dioperasikan di Kalimantan.
"Denyut PLB KIA Ladong mulai kita hidupkan dengan didatangkannya berbagai peralatan berat untuk memenuhi kebutuhan industri di Indonesia," kata Ismail Rasyid di Medan, Minggu (2/2/2020).
Pekan depan, PT Transcontinent membangun pagar dan fasilitas perkantoran di KIA Ladong untuk memulai operasi Pusat Logistik Berikat tersebut.
Sejumlah peralatan untuk kebutuhan itu secara bertahap dikirim dari pusat hub PT Trans Continent di Medan yang membawahi wilayah Sumatera.
"Kami harus segera bergerak. KIA Ladong akan bisa cepat hidup jika kita saling sinergi. Pemerintah, swasta dan masyarakat," ujar Ismail Rasyid.
Ground Breaking Pusat Logistik Berikat dan Pergudangan Terpadu PT Trans Continent itu dilakukan di Ladong, Sabtu, 31 Agustus 2019, oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.
PT Transcontinent berdiri sejak 2003 di Balikpapan. Beroperasi mulai 2004. Saat ini punya 19 cabang dalam negeri dan dua cabang di luar negeri, Australia dan Filipina.
PT. Transcontinent satu-satunya perusahaan transportasi logistik Indonesia yang memiliki izin pengangkutan bahan peledak dan bahan berbahaya termasuk sianida.
Memiliki jaringan internasional di 80 negara di dunia yang saling terkoneksi.
Ismail Rasyid yakin, denyut ekonomi Aceh akan memacu cepat seiring dengan beroperasinya PIB KIA Ladong.
Selanjutnya PIB KIA Ladong akan mengatur seluruh barang masuk dan keluar melalui fasilitas impor dan ekspor maupun distribusi dalam negeri.
"Di PIB KIA Ladong kita bangun gudang penampungan barang. Selanjutnya barang itu didistribusikan kembali ke negara tujuan ekspor maupun dalam negeri. Nanti kita akan atur semua, melalui manajemen logistik. Untuk menunjang ini kita bangun berbagai fasilitas," ujar Ismail Rasyid.
Ia yakin dengan mulai beroperasinya KIA Ladong akan mendorong Sabang, Pelabuhan Malahayati, KEK Arun dan sebagainya untuk menggerakan ekonomi Aceh. "Ini semua akan terkoneksi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/transcontinen.jpg)