Video

VIDEO - Detik-detik Euforia Rakyat Inggris Brexit dari Uni Eropa

Dalam pidatonya, Perdana Menteri Boris Johnson menyerukan berakhirnya polarisasi publik dalam proses Brexit dan "menyembuhkan luka-luka".

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Inggris Raya (UK) secara resmi telah meninggalkan Uni Eropa (EU) pada 1 Februari lalu pukul 23.00 waktu setempat atau 06.00 pagi WIB. 

Kepergian Inggris Raya otomatis memutus integrasi ekonomi, politik, dan hukum yang telah dijalin sejak 1973. 

Dalam referendum 2016 yang diadakan di Inggris, 52 persen pemilih mendukung keluarnya negara itu dari UE (Brexit). 

Negeri yang dipimpin Ratu Elizabeth II tersebut menjadi negara pertama yang meninggalkan EU. 

Sementara rakyat Inggris bersuka cita mengadakan berbagai perayaan dalam lingkup "Hari Brexit" di depan gedung kantor Perdana Menteri. 

Mereka menghitung mundur melihat detik-detik menuju pukul 23:00 waktu setempat. 

Selanjutnya bendera Uni Eropa di lembaga-lembaga resmi yang terkait dengan Uni Eropa diturunkan, dan kementerian yang didirikan untuk menjalankan proses Brexit dihapuskan. 

Dalam pidatonya kepada televisi Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson menyerukan berakhirnya polarisasi publik dalam proses Brexit dan "menyembuhkan luka-luka". 

Johnson menyatakan bahwa nasib warga Inggris tidak akan lagi ditentukan oleh negara mana pun. 

Inggris Resmi ke Luar dari Uni Eropa, Para Pendukung Pesta Pora, Bendera Diturunkan

Resmi Tinggalkan Uni Eropa, Ekonomi Inggris Rugi hingga Rp11 Triliun Tiap Minggu

Beda Cara Inggris dan Indonesia Evakuasi Warga dari Wuhan, Jadi Sorotan Pemerintah dan Media Inggris

Editor: Hari Mahardhika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved