Rabu, 8 April 2026

Dinkes Pantau Dua Mahasiswi dari Cina, Sudah Pulang ke Rumah Orangtua Masing-masing

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Langsa melakukan observasi (pengamatan) terhadap mahasiswi asal Langsa, Salwa Islami Athirah (19)

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ ZUBIR
Salwa Islami Athirah asal Langsa (kiri) merupakan mahasiswi di negara Cina saat diwawancarai petugas Dinkes Langsa di rumahnya, Rabu (04/02/2020). 

LANGSA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Langsa melakukan observasi (pengamatan) terhadap mahasiswi asal Langsa, Salwa Islami Athirah (19), yang baru saja tiba dari Kota Nanning, Cina. Dinkes Aceh Tamiang juga memantau kondisi Nadlia Ariyati (23), mahasiswi yang baru pulang dari Cina dan dalam kondisi baik.

Salwa sejak 2019 kuliah di Kampus Guangxi International Bussines For Vocarional College, Nanning, Cina, tiba di rumahnya pada Selasa (4/2) pagi. Mahasiswi semester pertama jurusan Teknik Perminyakan itu sudah berkumpul bersama keluarganya di Lorong A Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro.

Kadiskes melalui Kabid Pencegahan Penanggulangan Penyakit (P2P), Bambang Irawan SKM MKes, saat berada di rumah Salwa dengan petugas Puskesmas Langsa Baro mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, kondisi Salwa ini sehat dan negatif dari virus corona.

"Kedatangan kami ke rumahnya untuk melakukan opservasi dan mengetahui kondisi kesehatan secara langsung dan dapat dinyatakan Salwa sehat,” ujarnya. Namun pihak Dinkes dan Puskesmas Langsa Baro akan terus melakukan pengamatan terhadap Salwa, guna mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.

Dijelaskan, sesuai aturan,  dalam waktu 14 hari warga setelah bepergian dari luar negeri atau datang dari negara endemis, bila mengalami gejala sakit wajib memeriksa kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat.

"Dinkes melalui Puskesmas Langsa Baro nantinya akan terus melakukan pemantauan berkala. Dan jika ada keluhan, Salwa atau keluarganya telah kami minta agar segera melapor atau mendatangi langsung faskes terdekat," tutup Bambang.

Salwa, mantan atlit menembak Perbakin Kota Langsa ini lulus seleksi beasiswa Kampus Guangxi International Bussines For Vocarional Collage, bersama 3 mahasiswa Indonesia lainnya dari Sidoarjo, Malang, dan Ponorogo. "Saat saya pulang, kebetulan dengan seorang dosen di Cina asal Kota Banda Aceh dan sama-sama naik pesawat dari Kota Nanning. Ketika transit di Kuala Lumpur, dosen itu langsung terbang dengan pesawat jurusan Banda Aceh, sedangkan saya tujuan Sumut," ujarnya.

Salwa menambahkan, dari tempat ia kuliah dibKota Nanning dengan Kota Wuhan dimana pertama kalinya wabah Corola itu muncul, jaraknya sekitar 1.200 km.  "Semua sekolah di sana diliburkan. Kebetulan memang di kampus kami baru saja selesai ujian semester dan sejak tanggal 15 Januari libur, nanti masuk kembali tanggal 1 Maret 2020," jelasnya.

Sebenarnya aku Salwa, tidak ada niat sebelumnya untuk pulang ke Indonesia. Namun karena ada wabah virus corona dan imbauan Pemerintah Aceh dan Indonesia, maka memutuskan pulang sementara ke kampung halaman.  "Jika wabah virus corona ini sudah tidak ada lagi, maka saya akan akan kembali ke Kampus Guangxi International Bussines For Vocarional Collage, Kota Nanning, Cina ini," imbuh Salwa

Sementara itu, Dinas Kesehatan Aceh Tamiang memastikan kondisi Nadlia Ariyati (23), mahasiswi yang baru pulang dari Cina dalam kondisi baik. Kondisi ini diketahui setelah tim Dinkes Aceh Tamiang menemui Nadlia di rumah orangtuanya di Dusun Jempaputeh, Kampung Ie Bintah, Kecamatan Manyakpayed, Aceh Tamiang, Rabu (5/2).

Dalam observasi itu diketahui kondisi Nadlia maupun orangtuanya cukup baik dan tidak memiliki riwayat sakit, terutama batuk sejak tiba di tanah air pada Senin (3/2). “Sejak awal sebenarnya dia memang sehat karena sudah mengantungi kartu kesehatan,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan (P2MK) Dinkes Aceh Tamiang, Julaman.

Julaman menjelaskan kartu kesehatan ini diperoleh setelah Nadlia menjalani dua kali pemeriksaan medis di Kementerian Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Kehadiran tim medis untuk melakukan observasi kata dia hanya untuk melaksanakan SOP.

“Jadi observasi ini bukan karena ada masalah dengan kesehatan Nadlia, tapi ini SOP ketika ada warga yang baru pulang dari Cina,” lanjut Julaman. Nadlia berada di Cina untuk melanjutkan pendidikan program studi S2 Bisnis Adminstrasi di Zhejiang Normal University. Kampus ini terletak di Kota Jinhua, Provinsi Zhejiang yang berjarak relatif jauh dari Wuhan, yakni 700 kilometer.(mad)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved