Berita Aceh Tengah

Asdiana, Pernah jadi Polisi Syariah di Aceh Tengah, Raih Gelar Doktor di UIN Sumatera Utara

Berbekal tekad dan kerja keras, mantan petugas Wilayatul Hisbah (WH) atau Polisi Syariah pada Dinas Syariat Islam, Aceh Tengah, Asdiana MA...

Asdiana, Pernah jadi Polisi Syariah di Aceh Tengah, Raih Gelar Doktor di UIN Sumatera Utara
For Serambinews.com
Dr Asdiana MA, pernah jadi Polisi Syariah di Aceh Tengah. 

Asdiana, Pernah jadi Polisi Syariah di Aceh Tengah, Raih Gelar Doktor di UIN Sumatera Utara

 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Berbekal tekad dan kerja keras, mantan petugas Wilayatul Hisbah (WH) atau Polisi Syariah pada Dinas Syariat Islam, Aceh Tengah, Asdiana MA, akhirnya meraih gelar doktor dari UIN Sumatera Utara.

Perempuan Gayo kelahiran Desa Bandar Lampahan,  2 Mai 1982 ini  dinyatakan lulus  dalam ujian terbuka di UIN Sumatera Utara, pada Rabu (22/1/2020). Ia dibimbing Prof Dr Hasan Asari MA dan Prof Dr Sukiman MSi.

Sejak itu, Asdiana  resmi menyandang gelar Doktor di depan namanya. Ia menjadi salah seorang doktor dari 12 doktor dari STAIN Gajah Putih yang menjalani pendidikan di UIN Sumatera Utara yang lulus pada 2019-2020.

Rekan-rekan Asdiana yang menyelesaikan program doktor pada periode ini adalah: Dr Ika Hartika MA, Dr Evanirosa MA, Dr Ismet Nur MA, Dr Abidah MPd, Dr Ihsan Harun MA, Dr Indra MPd, Dr Hamdan MA, Dr Saifullah MA, Dr Ramsah Ali MPd,  Dr Ramadhan MA,  dan Dr Rosdaniah MA.

Bertugas sebagai Wilayatul Hisbah (WH)  April 2006 hingga  Agustus 2015. Tapi kemudian Asdiana lebih memilih dunia kampus. Ia diangkat sebagai pengajar di STAIN Gajah Putih sejak Februari 2005. Menamatkan S1 di STAIN Gajah Putih, dan dilanjutkan program pascasarjana di UIN Sumatera Utara. Dan di UIN Sumut pula, Asdiana meyelesaikan program doktornya.

Nasib Wanita WNI Dibawa Kabur Suami Gabung ISIS, Hidup di Pengungsian Suriah Bersama 2 Anaknya

Titin Rahmawati, Pelamar CPNS Bireuen Raih Nilai Tertinggi Passing Grade, Contek Kiatnya

DKPP Akan Sidangkan Tiga Perkara Pemilu di Banda Aceh

Menikah dengan Khairin, pengusaha di Aceh Tengah, Asdiana adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ia berasal dari keluarga petani. Ayahnya Alm Idris dan ibu Asnaini. 

Asdiana meneliti pola komunikasi dalam tradisi lisan Gayo "berkekeberen," untuk didertasinya.  Bagi masyarakat Gayo, "berkekeberen" adalah museum ingatan. Sebab melalui "berkekeberen"  masyarakat Gayo lama menyimpan informasi dan mengkomunikasikannya dari generasi ke generasi.

"Berkekeberen" atau "Kekeberen" adalah bentuk tradisi lisan Gayo Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Serbejadi dan sebaran Gayo lainnya.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved