Berita Pidie Jaya
Bocah Miskin di Pidie Jaya Segera Dirujuk Lagi ke Banda Aceh, Sebelumnya Terbakar Main Korek Api
Seperti diketahui, Afika didera luka bakar sejak sejak 5 bulan yang lalu atau sejak awal September 2019.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
Seperti diketahui, Afika didera luka bakar sejak sejak 5 bulan yang lalu atau sejak awal September 2019.
Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Bocah korban kebakaran ini bernama, Afika asal Gampong Blang Rheu, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya.
Bocah ini segera dirujuk ke RSU Zainoel Banda Aceh.
Hal ini upaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) serta Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Pidie Jaya (Pijay).
Tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal.
Seperti diketahui, Afika didera luka bakar sejak sejak 5 bulan yang lalu atau sejak awal September 2019.
Peristiwa itu terjadi saat ia bermain korek api sehingga membakar setengah badan fisiknya.
• Kalahkan Fajar Putra Paya Punteut, PSP Paloh Terakhir Lolos ke 8 Besar Sepakbola di Lhokseumawe
• Manfaat Es Batu untuk Perawatan, Hilangkan Mata Panda hingga Kurangi Minyak Berlebihan
• Pembayaran dari BPJS Tergantung Pengajuan Klaim,Terkait Keterlambatan Pembayaran Jasa Medis
Kepala Dinkes KB Pijay, Munawar Ibrahim SKP MPH kepada Serambinews.com, Jumat (7/2/2020) mengatakan, pasca musibah kebakaran fisik Afika berupa kedua kaki hingga pinggangnya mengalami luka parah atau melepuh.
"Dalam rentang waktu selama lima bulan terakhir pihak dinas telah melakukan upaya maksimal.
Pperawatan secara medis baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Puskemas hingga beberapa kali dirujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh.
Telah menjalani operasi plastik maupun perawatan medis lainnya,"sebutnya.
Karena keterbatasan dana dampingan, puhak keluarga dalam satu pekan terakhir membawa pulang kembali.
Untuk pengurusan perpanjangan adiministrasi BPJS.
Malahan dalam waktu dekat ini segera dirujuk ke Banda Aceh (RSU-ZA) untuk menjalani perawatan pada tahap berikutnya.
Hanya saja, keluarga Afika yang berasal dari keluarga kurang mampu sehingga menyebabkan terhambatnya perawatan kelanjutan.
Maka kepedulian pihak yang peduli menjadi kontribusi besar dalam menunjang proses kesembuhan. Apalagi biaya perngobatan ini sangatlah besar.
Meski demikian dengan peran dan semangat bersama pemerintah dan masyarakat merujuk kembali untuk menjalani pengobatan secara maksimal ke Banda Aceh.
Wakil Bupati Pijay, H Said Mulyadi SE MSi kepada Serambinews.com, Jumat (7/2/2020) mengatakan, sejak Kamis (6/2/2020) pihak pemerintah baik dinas maupun dewan telah melakukan penggalangan dana biaya dampingan.
"Hasil galangan bersama terkumpul Rp 10 juta telah diserahkan oleh Saifullah selaku anggota DPRK kepada pihak keluarga yang diterima oleh orangtua Afika di Gampong Blang Rheu Ulim,"ujarnya.
Pada dasarnya, Pemerintah Kabupaten Pijay tetap peduli kepada siapapun warga yang membutuhkan terlebih bagi kalangan keluarga kurang mampu dengan sifat sangat mendesak.
"Kami tetap peduli dengan kondisi masyarakat miskin yang membutuhkan dan kami tetap mengawal perawatan Afika," pungkas H Said Mulyadi. (*)