Minggu, 19 April 2026

Suara Parlemen

TA Khalid Tinjau Balai Perikanan Budidaya Air Payau di Ujong Batee Aceh Besar, Ini Harapannya

TA Khalid mengharapkan BPBAP Ujong Batee mampu menjawab kebutuhan kelompok budidaya ikan air asin dan payau di Aceh.

Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
TA Khalid Tinjau Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) di Ujong Batee Sabtu (8/2/2020). 

  TA Khalid mengharapkan BPBAP Ujong Batee mampu menjawab kebutuhan kelompok budidaya ikan air asin dan payau di Aceh.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - TA Khalid Tinjau Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) di Ujong Batee, Aceh Besar,

Sabtu (8/2/2020).

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra meninjau BPBAP Ujong Bate.

Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala Balai BPBAP Muhammad Tahang, S.St.Pi bersama Pejabat Balai.

TA Khalid mengharapkan BPBAP Ujong Batee mampu menjawab kebutuhan kelompok budidaya ikan air asin dan payau di Aceh.

Aceh pernah terkenal dan jaya dengan budidaya Udang Windu.

Maka itu ia mengajak, mari bersama sama untuk bekerja keras supaya udang khas Aceh (windu) kembali hadir dalam meningkatkan produktifitas budidaya secara massiv udang windu.

Daging Kura-Kura Jadi Menu Makan Malam di Rumah Sakit Virus Corona, Ini Pengakuan Pasien

Coba Serang Petugas dengan Pisau, Betis Tersangka DPO Pembunuhan Keuchik Alue Kaol Didor

Razali Akui Siap Dampingi Gibran, Putra Aceh Ini Sudah Siapkan Gebrakan Khusus di Pilkada Solo 2020

Kemudian juga dengan budidaya ikan kerapu harus diprioritaskan untuk dibudidaya di Aceh, bahkan selama ini budidaya ikan kakap BPBAP sudah mampu menyuplai benih ke seluruh kelompok pembudidaya ikan di Aceh walaupun belum begitu populer di kalangan pembudidaya di Aceh selama ini.

Udang Windu, dan kerapu serta kakap harus diupayakan dengan maksimal oleh seluruh stakeholder, terutama pemerintah Aceh.

Pemerintah Kabupaten dan para pembudidaya di Aceh supaya produk perikanan unggulan Aceh dapat hadir kembali dalam meningkatkan perekonomian Aceh.

Kepala BPBAP Ujong Batee Muhammad Tahang, S.St.Pi mengharapkan kepada Pemerintah Pusat dan Aceh untuk menghadirkan Broodstock Induk untuk menjaga ketersediaan induk.

Adanya percontohan teknologi adaptif untuk ditiru oleh masyarakat pembudidaya, adanya benih yang berkualitas, kepastian hukum dan perlundungan terhadap kegiatan budidaya, serta kerjasama dan komitmen yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah Aceh maupun tingkat kabupaten serta swasta.

Terakhir pengembangan dan pembangunan sarana dan prasarana untuk kegiatan budidaya serta tataniaga yang sehat, imbuh kepala BPBAP Ujong Batee.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved