Jumat, 10 April 2026

Penembakan Brutal Gegerkan Thailand

Sebanyak 26 orang dilaporkan tewas dan 57 lainnya mengalami luka-luka setelah seorang tentara Thailand menembaki kuil dan pusat perbelanjaan

Editor: hasyim

* Mengamuk, Tentara Berondong Kuil dan Pusat Perbelanjaan

* 26 Orang Tewas dan 57 Luka-luka

BANGKOK - Sebanyak 26 orang dilaporkan tewas dan 57 lainnya mengalami luka-luka setelah seorang tentara Thailand menembaki kuil dan pusat perbelanjaan di Kota Nakhon Ratchasima, timur laut Bangkok, Thailand, Sabtu (8/2/2020) sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Penembakan brutal yang menggegerkan negeri Gajah Putih dan menyita perhatian internasional itu dilakukan oleh Jakraphanth Thomma, prajurit berusia 32 tahun berpangkat Sersan Mayor.

Dilaporkan BBC, Sabtu (8/2/2020), sebelum melakukan penembakan ke arah massa, pelaku diketahui membunuh komandannya dan kemudian mencuri senjata dari sebuah kamp militer. Kemudian, pelaku melanjutkan serangan di jalan-jalan dan salah satu pusat perbelanjaan di Nakhon Ratchasima.

Pada hari itu sekitar pukul 15.30 waktu setempat, yang disebut oleh Bangkok Post sebagai Kolonel Anantharot Krasae terbunuh di barak militer Suatham Phithak, tempat komandan tersebut berada. Seorang wanita berusia 63 tahun yang tak lain adalah ibu mertua Kolonel Anantharot dan seorang tentara lain juga dilaporkan terbunuh di sana.

Sebelum kabur, Jakraphanth sempat memvideokan dirinya mengenakan pakaian taktis lengkap dan menyerang Korat (nama lain Nakhon Ratchasima). Media lokal memberitakan, Jakraphanth awalnya keluar dari kendaraan jenis Humvee di Pusat Perbelanjaan Terminal 21 Distrik Muang. Kemudian, secara membabi buta di menembak ke arah massa. Rekaman juga memperlihatkan adanya api menjalar di luar gedung yang ditengarai akibat gas meledak karena terkena tembakan yang dilepaskan pelaku.

The Bangkok Post memberitakan, pelaku sempat mengambil sandera. Namun, laporan tersebut tak bisa dibuktikan kebenarannya. Namun, dia sempat mengunggah pesan di Facebook yang menanyakan apakah dia harus menyerah. Sebelumnya, Jakraphanth juga mengunggah fotonya dirinya bersama pistol dan tiga butir peluru. "Sekarang saatnya untuk bersemangat dan tidak ada yang bisa menghindari kematian," tulisnya di keterangan foto.

Terkait unggahan itu, Facebook pun mengambil langkah dengan menurunkan halaman pelaku dan mengeluarkan pernyataan "Hati kami ditujukan kepada para korban, keluarga mereka, dan komunitas yang terkena dampak tragedi ini di Thailand". “Tidak ada tempat di Facebook untuk orang-orang yang melakukan kekejaman semacam ini, kami juga tidak mengizinkan orang memuji atau mendukung serangan ini," demikian bunyi pernyataan lain dari Facebook.

Pelaku tewas ditembak

Pelaku akhirnya berhasil ditembak mati setelah sebelumnya disergap oleh Pasukan Khusus Hanuman Pihak kepolisian menjelaskan, Jakraphanth ditembak mati di area Zona A basement Pusat Perbelanjaan Nakhon Ratchasima. Sumber lain menyebutkan, ia tewas tepat di dekat foodcourt yang ada di area basement itu. “Polisi sudah membunuh pelaku dan menyelamatkan delapan sandera. Beberapa terluka,” kata salah satu sumber keamanan dikutip dari Guardian.

Proses pengepungan pelaku yang dilakukan oleh tim khusus itu berlangsung selama 17 jam sejak Sabtu (8/2/2020) pukul 20.30 waktu setempat. Ketika itu belum diketahui di mana pelaku berada atau bersembunyi. Petugas pun mengevakuasi ratusan pengunjung yang ketakutan di pusat perbelanjaan yang terdiri dari tujuh lantai itu.

Dikutip dari Thethaiger, diketahui jumlah pengunjung mall saat itu cukup banyak, karena Sabtu (8/2/2020) merupakan hari suci keagamaan yang disebut sebagai Makha Bucha Day Buddhist. Masyarakat pun banyak yang memilih untuk berkunjung ke mall untuk menikmati perayaan khusus yang diadakan di sana. Pukul 23.30 waktu setempat, polisi mengumumkan bahwa mereka berhasil mengambil alih kendali di lantai dasar, 1, 2, dan 3 pusat perbelanjaan tersebut.

Setelah itu, petugas meminta seluruh media dan masyarakat untuk berhenti menyiarkan secara langsung penyergapan yang sedang berlangsung. Tujuannya agar pelaku tidak mendapatkan informasi apapun tentang gerak penyergapan petugas.

Kemudian, pada Minggu (9/2/2020) sebelum pukul 03.00 dini hari waktu setempat, kembali terdengar serangkaian tembakan dari dalam gedung. Di waktu bersamaan, lima ambulans datang untuk membawa korban luka ke rumah sakit terdekat. Pasukan Hanuman tiba dari Bangkok menggunakan helikopter, sesaat setelah menerima laporan adanya penembakan massal. Tim ini juga membawa serta ibu pelaku dari Provinsi Chaiyaphum, dengan harapan dapat membantu terjadinya proses negosiasi.

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Thailand, Letnan Jenderal Kongcheep Tantravanich, mengatakan, pelaku merupakan seorang tentara yang bertugas di Batalion Amunisi ke-22. Kongcheep Tantrawanit. “Kami tidak tahu mengapa ia melakukan ini. Tampaknya dia menjadi gila," katanya. (kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved