Yarisuni Mengolah Perca Jadi Penghasilan
Kain perca atau kain sisa guntingan yang berasal dari pembuatan pakaian, kerajinan atau produk tekstil lainnya
BANDA ACEH - Kain perca atau kain sisa guntingan yang berasal dari pembuatan pakaian, kerajinan atau produk tekstil lainnya apabila diolah secara baik, akan menghasilkan sebuah produk handmade yang juga dapat dijual sebagai tambahan pendapatan.
Di tangan Yarisuni kain-kain perca ini diolah menjadi accesories handmade seperti bros, anting dan gelang sehingga menjadi sumber penghasilan baginya. Selain itu, wanita ini juga membuat aksesoris handmade untuk bayi antaranya turban dan bando, serta bagi pengantin yaitu flowercrown dan handbouquet. Omset yang diperolehnya per bulan bisa mencapai sekitar Rp 3 jutaan.
"Alhamdulillah permintaan pelanggan mulai meningkat, karena accesories handmade ini mempunyai kelebihan dari segi kualitas dan desain yang sesuai permintaan pelanggan. Untuk sekarang ini saya fokus produksi turban dan bando untuk aksesoris bayi," kata Yarisuni yang juga instruktur handycraft UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe Dinas Sosial Aceh kepada Serambi, Minggu (9/2).
Di dalam memproduksi sejumlah aksesoris handmade ini, tidak hanya menggunakan kain perca namun ia juga mencampurkannya dengan bahan-bahan manik impor sehingga menambah kesan manis pada tiap produk yang dihasilkan.
Harga yang dijualpun bervariasi mulai Rp 5.000 hingga Rp 450.000 per pcs, tergantung bahan dan kerumitan dari desain produknya. Sedangkan permintaan untuk produk ini datang mulai dari Aceh hingga ke luar daerah seperti Palembang bahkan ke Bali. "Kami juga menjualnya secara online melalui instagram @longcraft_ dan offline store di Jalan Keuchik Ma'e Nomor 10 Panteriek, Banda Aceh," katanya.
Ia menuturkan, awal mula menjalankan usaha ini sejak Mei 2015, karena hobi membuat aksesoris untuk dipakai sendiri. Disamping itu juga karena faktor ekonomi dan ingin mandiri secara finansial, maka ia dan teman-temannya menjual produk-produk handmade itu di Lapangan Blangpadang.
Meskipun saat itu masyarakat belum terlalu tertarik untuk membeli produk handmade, namun dengan kegigihannya kini permintaan untuk produk aksesoris handmade sudah sampai ke luar Aceh.(una)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kain-perca-salah-satu-produk-yang-paling-diminati-yaitu-baby-headband.jpg)