Selasa, 7 April 2026

Berita Aceh Selatan

YLBH AKA Minta Polisi Usut Pengerjaan Proyek Jalan Bulohseuma di Aceh Selatan

Dari kondisi yang terjadi, tambah Rahmad juga terkesan rekanan mengerjakan proyek dengan semata-mata tujuan keuntungan. Sehingga kualitasnya...

Penulis: Taufik Zass | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Rahmad Kurniadi SH, anggota YLBH AKA Distrik Aceh Barat Baya. 

Dari kondisi yang terjadi, tambah Rahmad juga terkesan rekanan mengerjakan proyek dengan semata-mata tujuan keuntungan. Sehingga kualitasnya terkesan asal jadi.

Laporan  Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Persoalan Jalan Bulohseuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan yang diduga dikerjakan asal jadi, kian mendapat sorotan dari sejumlah kalangan.

Tak terkecuali, praktisi hukum juga mulai angkat bicara.

Menyangkut kondisi pengaspalan jalan lintas di Bulohseuma yang menghabiskan dana Otsus Aceh anggaran tahun 2019 sebesar Rp 19 Milyar lebih itu.

"Kalau dilihat dari alokasi dana yang dikucurkan rasanya mustahil dengan waktu yang sangat cepat badan jalan mulai rusak dan hancur, hal ini pasti disebabkan pengerjaan proyek yang tidak sesuai dengan standar dan spesifikasi teknis," kata Rahmad Kurniadi SH, anggota YLBH AKA Distrik Aceh Barat Baya, Selasa (11/2/2020).

Dari kondisi yang terjadi, tambah Rahmad juga terkesan rekanan mengerjakan proyek dengan semata-mata tujuan keuntungan.

Sehingga kualitasnya terkesan asal jadi.

Hari Pertama Ujian CPNS Pidie Jaya, 303 Peserta Gugur. Ini Jumlah yang Lulus Passing Grade

Hal itu kata dia, bisa dilihat dari ketebalan aspal yang sudah mengelupas.

"Ini terjadi akibat ketebalan aspalnya sangat tipis, belum lagi dilihat dari segi lainnya," papar Rahmad.

Menurutnya, persoalan tersebut sudah tentu menjadi tanggungjawab rekanan.

Namun, kinerja konsultan pengawas juga patut dipertanyakan.

Sebab pengawasan seharusnya memastikan proyek berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis serta prosedur.

"Seharusnya setiap tahap pekerjaan bisa dicek langsung bagaimana perkembangan dan apakah memang sudah sesuai dengan mekanisme yang sudah ditentukan atau belum," tegasnya.

Menurutnya, jika sudah rusak seperti ini masyarakat pasti berasusmsi bahwa pihak pengerjaan dan pihak konsultan pengawasan dan semua pihak yang terkait dengan proyek tersebut 'bermain mata' di belakang layar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved