Darwati Antar Kasur ke Irwandi di LP, Resmi Jalani Hukuman di Sukamiskin

Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf, yang menjadi terpidana kasus suap proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA)

Darwati Antar Kasur ke Irwandi di LP, Resmi Jalani Hukuman di Sukamiskin
CAPTURE FACEBOOK DARWATI A GANI
Darwati bersama sang putri, Putroe Sambinoe Meutuah. 

BANDA ACEH - Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf, yang menjadi terpidana kasus suap proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018, sejak Jumat (14/2/2020), resmi menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1 Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Pidana itu harus dijalani Irwandi setelah keluar putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) RI pada Kamis (13/2/2020). Dari petikan putusan tersebut, Irwandi divonis tujuh tahun penjara, denda Rp 300 juta dengan ketentuan bila denda itu tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Sekitar pukul 10.15 WIB kemarin, Irwandi diantar ke LP Sukamiskin oleh jaksa eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Rumah tahanan negara (Rutan) KPK di Jakarta, tempat selama ini ia ditahan. Darwati A Gani, istri Irwandi, dan anak sulungnya, dr Teguh Agam Meutuah, serta beberapa kerabat dan sahabat BW--sapaan akrab Irwandi Yusuf--ikut mengantarnya ke Sukamiskin.

Sementara satu lagi anak Irwandi, yakni Putroe Sambinoe Meutuah, yang juga sedang berada di Jakarta, tak bisa mengantar ayahnya ke Bandung karena ada jadwal terbang. "Putroe terbang hari ini (kemarin-red)," kata Darwati melalui WhatsApp (WA) kepada Serambi, Jumat (14/2/2020).

Putroe Sambinoe merupakan satu-satunya anak Irwandi dan Darwati A Gani yang mengikuti jejak ayahnya menjadi pilot pesawat. Sekolah pilot diikuti Putroe juga di Bandung, sama seperti Irwandi, pemilik pesawat Eagle One Hanakaru Hokagata.  

Saat mengantar Sang Kapten--sebutan Irwandi--Darwati membawa beberapa barang dan bekal sebagai kebutuhan suaminya selama di LP. Salah satunya adalah kasur. "Tadi (kemarin-red) saya bawain kasur, bantal, selimut, pakaian-pakaian, dan makanan juga," sebut Darwati yang juga Anggota DPRA dari Partai Nanggroe Aceh (PNA) ini.

Darwati mengaku tidak membawa bekal lain karena tak sempat menyiapkan lantaran buru-buru. "Nggak sempat siapin, karena habis shalat Subuh saya udah jalan ke KPK, anterin koper. Jadi, bawa makanan yang dibeli di Bandung dan roti-roti aja," ujarnya.

Saat LP Sukamiskin, Darwati mengatakan, dirinya bertemu dengan Ahmadi. Ahmadi merupakan mantan bupati Bener Meriah, yang juga terpidana kasus sama dengan Irwandi. Ahmadi divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Selain Irwandi dan Ahmadi, ada dua terpidana lain yang juga terlibat dalam kasus tersebut dan kini ditahan di tempat berbeda. Keduanya adalah Hendri Yuzal, mantan staf khusus Gubernur Aceh atau ajudan Irwandi, dan Syaiful Bahri (rekanan). 

Hendri ditahan di LP Cipinang, Jakarta, setelah putusan kasasinya keluar pada hari yang sama dengan putusan Irwandi. Ia divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta (bukan 7 tahun dan denda Rp 300 juta seperti diberitakan kemarin), serta subsider tiga bulan kurungan. Sedangkan Syaiful Bahri dihukum lima tahun penjara dan kini ditahan di LP Banda Aceh.

Setiba di LP Sukamiskin, Irwandi langsung menunaikan shalat Zuhur di Mushala LP, karena dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung, petugas pengantar tidak berhenti untuk shalat Jumat. "Pasti karena alasan keamanan juga," kata Darwati kepada Serambi.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved