Berita Banda Aceh

Walhi Aceh : Hutan akan Habis Jika Terus Dibiarkan Perambahan di Leuser

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Muhammad Nur, mengatakan, Walhi Aceh ...

Walhi Aceh : Hutan akan Habis Jika Terus Dibiarkan Perambahan di Leuser
For Serambinews.com
Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Muhammad Nur. 

Walhi Aceh : Hutan akan Habis Jika Terus Dibiarkan Perambahan di Leuser

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE  -  Direktur Eksekutif  Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Muhammad Nur mengatakan, Walhi Aceh berpendapat kemungkinan hutan di dalam kawasan ekosistem leuser (KEL) akan habis di tahun 2030.

"Ini tidak dapat dielakkan lagi, jika penebangan liar masih terus berlanjut tanpa dihentikan dan upaya penghentian sebetulnya melalui komitmen dan integritas semua pihak diantaranya warga, lembaga teknis negara, aparat kepolisian, BBNTG dan panglong yang masih saja menampung kayu hasil curian," ujar Muhammad Nur kepada Serambinews.com, Sabtu (15/2/2020).

Kata Muhammad Nur, mesti pahami bahwa faktor ekonomi adalah penyebab pertama perambahan hutan, akan tetapi wilayah Aceh Tenggara dan sekitarnya merupakan daerah rawan bencana yang cukup tinggi seperti bencana longsor dan banjir bandang.

Kondisi ini tentu dipengaruhi oleh ketinggian wilayah yang cukup terjal sehingga dibutuhkan tutupan hutan yang baik dan bagus untuk menjaga keseimbangan ekosistem, jika pencurian kayu merupakan cara mendapatkan uang dengan cepat,  maka bencanapun bisa lebih cepat bahkan jumlah kerugian lebih besar dari hasil pencurian kayu sesaat dan menikmati sesaat pula.

"Maka penting dijadikan kasus ini sebagai kasus serius tanpa harus dipandang sebelah mata," ujar Muhammad Nur.

Beutong Ateuh Banggalang Nagan Raya belum Miliki Akses Internat, Sensus Penduduk Online Terhambat

Keji! Bayi 6 Bulan Tewas Dimutilasi Orangtuanya jadi 3 Bagian, Jasad Dibuang ke Sumur

Gegara Youtube, Wisata Seks di Puncak Mendunia, Turis Mancanegara Sengaja Datang Demi Mencicipinya

Walhi Aceh berpendapat, para pelaku merupakan orang yang punya jaringan dengan lembaga penegakan hukum, pasar dan lembaga teknis seperti KPH bahkan sampai jaringan BBTNGL karena penangkapankayu dan mesin tanpa ditemukan pelaku yang periksa secara cermat hingga bisa menemukan aktor utama sebagai pemodal.

Kondisi ini tentu berbahaya karena antara kerja penangkapan serius tapi semacam ada orang yang mengabari akan ada operasi penangkapan ilegal logging, maka tanpa sadar telah menciptakan penghianatan.

Untuk itu, Walhi Aceh berharap agar rakyat Aceh Tenggara dan sekitarnya harus membangun perlawanan yang kuat menjaga hutan dari pada menerima bencana ekologis terus-menerus dengan kerugian tanpa ditanggung sedikitpun oleh pelaku illegal logging.

Akan Segera Naik Pelaminan, Sahrul Gunawan Sudah Berani Pamerkan Potret Calon Istri di Instagramnya

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi ilegal logging marak di Aceh Tenggara. Bahkan, lima ton kayu dan enam unit chainsaw diamankan tim gabungan Petugas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Kutacane di kawasan Hutan di tiga lokasi di Agara. Kayu temuan tersebut dicincang-cincang.

Sebelumnya, juga pada tanggal 15 Januari 2020, sebanyak 7 ton kayu ilegal Loging di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di blok Kuning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, ditemukan.

Razia itu dipimpin Komandan Tim Patroli Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Kutacane, Sabarudin SP dengan melibatkan tim dari Persatuan Petani Kawasan Kaki Gunung Leuser (PPKGL), Forum Konservasi Leuser (FKL), PPNPN, dan pihak lainnya. Kayu ilegal loging yang ditemukan itu dicincang-cincang dengan chainsaw (mesin sinso) di lokasi temuan kayu tersebut.(*) 

Seorang Wanita Bawa Mobil Super Kotor ke Doorsmeer, Pekerja Butuh Waktu 7 Jam Membersihkannya

Ayah yang Tenggelam saat Tolong Anaknya Jatuh ke Penampungan Air Ditemukan Meninggal

Tahun Ini Jerih Keuchik di Bireuen Rp 2,4 juta, Ini Besaran Kenaikannya

  

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved