Senin, 27 April 2026

Kenduri Kebangsaan: Forbes minta Pemerintah Aceh Peduli Situs Monisa

Monumen Islam Asia Tenggara (Monisa) di Gampong Paya Meuligo, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, memprihatinkan....

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Ketua Forbes Nasir Djamil saat memberi sambutan pada seminar nasional di UIN Ar Raniry Banda Aceh, Senin (17/2/2020). Kegiatan itu rangkaian Kenduri Kebangsaan dipusatkan di Bireuen. 

Kenduri Kebangsaan: Forbes minta Pemerintah Aceh Peduli Situs Monisa

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Monumen Islam Asia Tenggara (Monisa)  di Gampong Paya Meuligo, Kecamatan Peureulak Kota, Kabupaten Aceh Timur, memprihatinkan. 

Ketua Forum Bersama Anggota DPR dan DPD RI Asal Aceh, M Nasir Djamil, berharap agar Pemerintah Aceh menaruh perhatian serius merawat situs tersebut.

Nasir Djamil mengingatkan itu saat memberi sambutan pada Seminar Nasional bertema "Aceh Pusat Peradaban Islam Terawal di Asia Tenggara," di Aula Pasca Sarjana UIN Ar Raniry Banda Aceh, Senin (17/2/2020).

Monisa diresmikan  Ali Hasjmy,  merupakan bangunan penting sebagai bukti dan tonggak masuknya Islam pertama kali di Asia Tenggara.

"Monisa itu tonggak sejarah Kesultanan Peureulak sebagai daerah yang menjadi muasal masuknya Islam ke Nusantara. Seharusnya itu bisa terawat dan dipugar secara berkala, sehingga bangunan itu menjadi bukti kebanggaan kita masyarakat Aceh sebagai wilayah pintu masuk Islam ke Asia Tenggara," kata  Nasir Djamil.

Tinjau KTM, Bupati Rocky Ajak Eks GAM Kembangkan Kopi Robusta, Ini Alasannya

Golkar Aceh Rencanakan Musda Awal Maret 2020, Sejumlah Calon Mulai Mencuat

Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru Februari 2020 dan Spesifikasinya

Selanjutnya Nasir menegaskan, bahwa sangat penting adanya upaya-upaya serius dari pemerintah untuk merawat situs Monisa tersebut, karena bukti sejarah itu harus ditunjukkan ke masyarakat luas termasuk komunitas Internasional bahwa Agama Islam memang masuk ke Asia Tenggara melalui wilayah Aceh, bukan Daerah Barus seperti yang pernah di resmikan Tugunya oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

"Penting sekali masyarakat luas juga termasuk masyarakat internasional harus tahu bahwa Islam masuk ke Asia Tenggara melalui wilayah Aceh. Maka bangunan-bangunan seperti Monisa itu dan berbagai makam-makam di sekelilingnya harus dirawat dan diperhatikan dengan baik agar ia tetap menjadi bukti sejarah yang otentik." tegas Nasir.

Seminar Nasional itu  diisi oleh beberapa pemateri baik dari Jakarta maupun dari Aceh, yaitu Azyumardi Azra (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Edward McKinnon (Arkeolog Inggris yang sudah menetap di Indonesia), dan Misri A Muchsin (Guru Besar UIN Ar Raniry Banda Aceh).

Kegiatan tersebut rangkaian dari Kenduri Kebangsaan yang diselenggarakan Forbes DPR dan DPD RI asal Aceh bekerjasama dengan Yayasan Sukma. Kenduri Kebangsaan dihadiri Presiden Joko Widodo dan 11 menteri dipusafkan di Bireuen, pada Sabtu (22/2/2020) mendatang.(*)

Sebelum Kebakaran, Santri Bakar Sampah Dekat Gedung

Golkar Aceh Rencanakan Musda Awal Maret 2020, Sejumlah Calon Mulai Mencuat

Bukan Sekedar Meme, Bayar SPP Kini Bisa dengan GoPay, Begini Caranya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved