Kronologi 4 Petani Tersambar Petir saat Mengolah Lahan Sawah, 2 Orang Tewas dan 2 Kritis
Kristian Tenis dan Adam Tateni langsung tewas di tempat sesaat setelah petir menyambar tubuh korban.
Petani lain di sekitar lokasi yang melihat kejadian tersebut langsung bergegas mengevakuasi para korban.
Dua korban yang sekarat langsung dibawa ke Puskesmas Panite sedangkan dua korban lainnya yang meninggal saat ini jenazahnya masih di lokasi persawahan.
Sementara, salah satu korban selamat Ferdi Haylitik menceritakan, jika sambaran kilat datang saat para korban henda berteduh ke pondok.
Para korban yang sedang membuat pematang hendak berhenti karena sejenak karena hujan turun sangat lebat.
Saat sudah hampir sampai pondok saat tiba-tiba kilat datang menyambar para korban.
"Saya posisi jalan di depan, om Festus dipaling belakang sedangkan Adam Tateni dan Kristiani Tenis berada di tengah. Kilat datang begitu cepat dan menyambar tepat diposisi Adam dan Tenis," ungkap Ferdi.
Usai tersambar, keempat langsung jatuh. Beruntung, ia dan Festus berhasil bangun dan keluar dari dalam air yang masih mengandung listrik.
"Kakak, saya dan om Festus langsung lemas berada di atas pematang," kisahnya.
Untuk diketahui, Ferdi dan Festus dalam kondisi sadar usai tersambar petir.
Sementara, Adam dan Tenis mengalami luka bakar pada bagian dada dan perut.
Pakaian keduanya bahkan robek akibat tersambar kilat.
Duka sang ibu mertua yang kehilangan dua mantunya sekaligus
Aminadap Betty tak bisa menahan air matanya ketika menerima dua jenazah sekaligus pada Kamis (20/2/2020) malam.
Kepada PosKupang.com, Aminadap menceritakan, Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WITA, kedua korban meninggal bersama Ferdi Haylitik dan Festus Betty ke sawah Bena guna membantu mengolah saya yang dikontrakkan Festus Betty.
Festus sendiri merupakan anak kandungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-sedang-mengangkat-jenazah-salah-satu-korban-meninggal-akibat-tersambar-petir.jpg)