Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Presiden Jokowi ke Aceh

Jokowi Kaget, Pembebasan Lahan Tol Aceh di Luar Dugaan

Presiden Joko Widodo mengapresiasi proses pembebasan lahan pembangunan jalan tol di Aceh yang dinilai sangat cepat.

Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Ribuan pelajar di Bireuen, mulai murid SD, pelajar SMP hingga siswa SMA di Bireuen, menyambut kedatangan Presiden RI, Joko Widodo di Bireuen, Sabtu (22/2/2020). 

Laporan Yeni Hardika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Presiden Joko Widodo mengapresiasi proses pembebasan lahan pembangunan jalan tol di Aceh yang dinilai sangat cepat.

Hal itu diutarakan oleh Jokowi dalam sambutannya pada acara Kenduri Kebangsaan, yang diselenggarakan di Sekolah Sukma Bangsa Bireun, Kabupaten Bireun, Sabtu (22/2/2020).

Ia mengatakan bahwa, Aceh memiliki proses yang cepat dalam pembebasan lahan.

Selama ini,  pembebasan lahan selalu menjadi masalah di semua provinsi yang menghambat proses konstruksi yang ada.

“Saya kemarin melihat, progres perkembangan, pembangunan jalan tol. Saya terus terang saja, harus saya sampaikan. Saya kaget, kecepatannya luar biasa. Baru 14 bulan dikerjakan sejak saya going briefing di Banda Aceh,”.

Demikian yang disampaikan oleh Jokowi dalam pidato sambutan pada acara kenduri kebangsaan, yang juga disiarkan secara live melalui Channel Youtube resmi, Sekretariat Presiden, Sabtu (22/2/2020).

Jokowi membaca kondisi tersebut sebagai wujud dari keinginan masyarakat, agar infrastruktur ini segera selesai.

Dikatakan bahwa, hampir 90% pembebasan lahan sudah terselesaikan.

Progress yang sudah berjalan 60 Km, sedangkan yang baru terkejar 15 km.

Hal itu disampaikan oleh Jokowi dalam sambutannya, yang merupakan hasil percakapannya bersama Dirut PT Hutama Karya, saat melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan jalan tol pada hari Jum’at, (21/2/2020).

Ia secara terbuka juga menyampaikan bahwa, pembangunan infrastruktur di Tanah Air sangat terlambat.  

Infrastruktur Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain juga tertinggal jauh.

 Sehingga, kecepatan mobilitas orang, barang, logistik antarprovinsi dan kabupaten pun ikut terhambat.

Menurutnya, hal inilah yang menjadikan indonesia kalah bersaing dan berkompetisi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved