Minggu, 12 April 2026

Berita Abdya

Para KPM di Abdya Meminta e-Warung Ditambah, Ini Penjelasan Kepala Dinas Sosial

Ya, mereka mengeluhkan jauhnya e-warung dari tempat tinggal, sehingga sangat menyulitkan mereka saat mengambil sembako.

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
Petugas Perum Bolog Divre VI Blangpidie, melakukan uji coba memasok kebutuhan beras di lima e-Warung di Kabupaten Aceh Selatan, antara lain di Air Pinang dan Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Kamis (26/9/2019) 

Ya, mereka mengeluhkan jauhnya e-warung dari tempat tinggal, sehingga sangat menyulitkan mereka saat mengambil sembako. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan non tunai (BPNT) atau program sembako di Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluh.

Ya, mereka mengeluhkan jauhnya e-warung dari tempat tinggal, sehingga sangat menyulitkan mereka saat mengambil sembako. 

Informasi dihimpun Serambinews.com dari seorang KPM, bahwa selama ini mereka harus mengambil sembako itu mencapai 1 hingga 10 kilometer dari tempat tinggal. 

Salah satu contoh, di Kecamatan Susoh, Tangan-Tangan, Setia, dan Kuala Batee, para KPM, harus berjalan beberapa kilometer untuk mengambil bahan pangan berupa telur dan beras tersebut.

Namun, berbeda dengan kecamatan Blangpidie.

Polres Abdya Operasi Pasien Bibir Sumbing di RSUTP

Beri Mahar 100 Mayam Emas dan Uang Tunai Rp 100 Juta, Brigadir TM Putra: Pemuliaan Terhadap Maya

Laga Uji Coba Persiraja vs PSMS Medan, Miftahul Hamdi Bawa Laskar Rencong Unggul Satu Gol

Di kecamatan ini, ada satu desa, memiliki satu hingga tiga gerai e-warung.

"Kami berharap dinas dan pihak terkait, bisa menambah e-warung di beberapa Kecamatan, termasuk di kecamatan Kuala Batee.

Soalnya keberadaan e-warung selama ini, sangat jauh dari tempat tinggal," ujar salah seorang penerima.

Seharusnya, katanya, keberadaan e-warung, untuk memudahkan para KPM, namun yang terjadi selama ini, malah sebaliknya dan membebani para KPM.

"Kami rasa, hampir semua KPM mengeluhkan persoalan ini, terlebih yang tidak memiliki kendaraan," ujarnya. 

Untuk itu, ia meminta dinas dan pihak terkait, menambah e-warung, sehingga membantu para masyarakat dalam mengambil batuan tersebut.

"Kami berharap, dalam beberapa bulan ke depan, setiap desa ada e-warung.

Kalau gampongnya luas harus ada dua atau tiga e-warung dan persoalan ini sudah kita sampaikan ke dinas," pungkasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved