Jumat, 17 April 2026

Aceh Hebat

Presiden Jokowi Minta Pemerintah Aceh Fokus Gunakan APBA

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa hal di antaranya masalah penggelolaan anggaran dan angka kemiskinan Aceh.,,,,

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Ribuan pelajar di Bireuen, mulai murid SD, pelajar SMP hingga siswa SMA di Bireuen, menyambut kedatangan Presiden RI, Joko Widodo di Bireuen, Sabtu (22/2/2020). 

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa hal di antaranya masalah penggelolaan anggaran dan angka kemiskinan Aceh.

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Presiden Jokowi menghadiri acara Kenduri Kebangsaan yang digelar di Sekolah Sukma Bangsa, Bireuen, Sabtu (22/2/2020).

 Kegiatan itu dihadiri sejumlah menteri, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, dan sejumlah tamu lainnya.

 Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa hal di antaranya masalah penggelolaan anggaran dan angka kemiskinan Aceh.

3 Tahun Jejak Aceh Hebat
3 Tahun Jejak Aceh Hebat (IST)

"Yang ketiga berkaitan dengan masalah daerah otsus. Kita tahu Aceh mendapat dana otsus yang tidak sedikit yang itu juga diirikan oleh provinsi yang lain," kata Jokowi.

Telat Dijemput Ibu Karena Macet, Fatima Diculik, Korban Ditemukan Tewas dalam Kantong Plastik

Muara Ujung Bawang Dangkal, Ini Penyebab Ketika Banjir Singkil Lambat Surut

Awas! Komplotan Pencuri Wanita Gunakan Avanza Beraksi di Pasar Sigli, Seorang Dibekuk, 2 Kabur

Jokowi kemudian menyatakan, Aceh tahun 2020 menerima Rp 8 triliun plus APBA sebanyak Rp 9 triliun. Sehingga totalnya mencapai Rp 17,2 triliun ditambah APBK se Aceh.

Ia menambahkan bahwa apapun kegiatannya, pengelolaan anggaran itu sangat penting sekali. Bahkan penting sekali.

"Uang 17 triliun itu juga uang yang sangat gede sekali plus APBD yang ada di kabupaten dan kota.

Tapi bagaimana tata kelolanya, bagaimana governmentnya, apakah APBD itu tepat sasaran, bermanfaat untuk rakyat, dirasakan oleh rakyat, itu yang masih menjadi tanda tanya saya, saya ngomong apa adanya" katanya.

Jokowi meminta kepala daerah untuk fokus dalam penggunaan anggaran.

"Penggunaan APBD saya titip ke bupati dan wali kota berserta gubernur, gunakan dengan fokus," katanya.

"Berikan prioritas ke hal penting. Saya sampaikan apa adanya. Angka 14 persen angka kemiskinan itu besar. Besar. Saya sampaikan ini.

Berikan perhatian ke angka kemiskinan yang besar itu lewat program yang di desain agar pengentasan kemiskinan bisa segera diselesaikan," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved