Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Tengah

LDK STAIN Gajah Putih di Aceh Tengah Gelar Kampanye Gerakan Menutup Aurat

Puluhan mahasiswa serta mahasiswi sembari memegang spanduk tentang imbauan menutup aurat berbaris di lampu merah di depan Mapolres Aceh Tengah

Penulis: Mahyadi | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Mahasiswa LDK Simah Tuah, STAIN Gajah Putih Takengon, membagikan bunga kepada pengendara dalam kegiatan gerakan menutup aurat di Kota Takengon, Sabtu (22/2/2020). 

Puluhan mahasiswa serta mahasiswi sembari memegang spanduk tentang imbauan menutup aurat berbaris di lampu merah di depan Mapolres Aceh Tengah

 Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM,TAKENGON – Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Simah Tuah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon, Sabtu (22/2/20202) menggelar kampanye gerakan menutup aurat.

Kampanye tersebut, dilakukan dengan cara pembagian bunga kepada pengendara yang melintas di jalan protokol Kota Takengon.

Puluhan mahasiswa serta mahasiswi sembari memegang spanduk tentang imbauan menutup aurat berbaris di lampu merah di depan Mapolres Aceh Tengah.

Mereka menunggu setiap pengendara yang melintas, khususnya para wanita.

Satu per satu pengendara diberikan setangkai bunga oleh para mahasiswa.

Pemkab Aceh Utara Diminta Kaji Kembali Soal Honor Imum Meunasah Rp 600 Ribu Per Bulan

Dokter Kenedyanto Dilantik Sebagai Ketua IDI Bener Meriah, Begini Prosesnya

Stand Aceh Timur Ikut Meriahkan Kenduri Kebangsaan Kedatangan Presiden Jokowi di Bireuen

Ketua Umum LDK Simah Tuah, STAIN Gajah Putih Takengon, Safri kepada Serambinews.com, menyebutkan, gerakan menutup aurat dilakukan hampir seluruh Indonesia, namun untuk Kabupaten Aceh Tengah, baru dilaksanakan hari tersebut.

“Selain membagikan bunga, kami juga membagikan brosur yang berisikan tentang seruan untuk menutup aurat,” kata Safri.

Dia menyebutkan, gerakan menutup aurat bagi masyarakat, khususnya bagi para muslimah merupakan salah satu kewajiban.

Apalagi, Provinsi Aceh merupakan daerah yang bersyariat Islam, sehingga penggunaan pakaian yang menutup aurat sudah sepatutnya diterapkan.

“Memang, kaum perempuan muslim di daerah kita ini, semua sudah menggunakan jilbab, tapi belum begitu sempurna,” jelasnya.

Disisi lain lanjut Safri, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan pemahaman bagi masyarakat, akan pentingnya menggunakan pakaian yang menutup aurat, khususnya bagi para wanita.

“Hari ini, kami melibatkan sekitar 50 mahasiswa. Dan untuk biaya kegiatan bersumber dari impaq dari para mahasiswa,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved