Selasa, 5 Mei 2026

Arab Saudi Tangguhkan Kunjungan, Jemaah Umrah Telantar di Bandara Soekarno-Hatta

Ini menyusul perkembangan kasus penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) dalam beberapa waktu terakhir.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO
Ratusan Jamaah Umroh asal Lombok terlantar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (27/2/2020) (KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO) 

SERAMBINEWS.COM, TANGERANG - Jemaah umrah telantar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Hal ini karena Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menangguhkan seluruh kunjungan ke negara tersebut, baik untuk tujuan umrah maupun kunjungan ke Masjid Nabawi, untuk sementara waktu.

Ini menyusul perkembangan kasus penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) dalam beberapa waktu terakhir.

Salah seorang jemaah asal Lombok, Saiful, mengatakan sudah mendapatkan pemberitahuan pembatalan keberangkatan dari pihak biro.

 "Sudah diberi tahu jam 12.00 tadi," ujar dia saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (27/2/2020).

Pantauan Kompas.com, rombongan umrah tampak memenuhi kursi-kursi di ruang tunggu.

Mereka sudah siap berangkat lengkap dengan seragam dari biro umrah masing-masing.

Tas mereka diletakkan di dekat bangku masing-masing.

Para lansia yang menjadi jemaah umrah terlihat mengobrol dengan rekan mereka atau tidur di bangkunya.

Jemaah banyak yang lelah dan tertidur di lantai.

Beberapa kali, petugas terlihat menegur jemaah untuk tidak menggunakan lantai sebagai tempat tidur.

Saiful mengatakan, dirinya dan 203 jemaah asal Lombok lainnya merasa tidak percaya dengan pengumuman tersebut.

"Awalnya saya kira hoaks," ujar dia.

Namun, setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, dia melihat banyak jemaah umrah lainnya yang ikut telantar di bandara.

"Sampai sini ternyata bukan sendiri saya," kata dia.

Saiful mengatakan, jemaah sudah diberikan informasi pembatalan penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi, lantaran kebijakan baru Raja Salman.

 "Kalau sampai sore ndak berangkat, katanya mau diinapkan di hotel," tutur Saiful.

Selain di Bandara Soekarno-Hatta, Sebanyak 151 jemaah umrah yang diberangkatkan oleh Prabu Tour Palembang, Sumatera Selatan, juga tertahan di Bandara Changi, Singapura, Kamis (27/2/2020).

Hal tersebut dikarenakan kebijakan pemerintah Arab Saudi menangguhkan visa turis terkait merebaknya virus corona.

Tour Leader Prabu Travel Eef Romain mengatakan, 151 jemaah umrah tersebut berasal dari lima agen perjalanan, yakni Prabu Tour, Minna Tour, MIM Tour, ASQ Travel dan Baitussalam Mandiri yang berangkat menggunakan maskapai penerbangan Scoot Airline.

"Kami baru dapat kabar (penangguhan visa) saat sudah take off. Pukul 11.00 WIB kami sampai di Singapura sehingga tertahan di sini," kata Eef melalui telepon, Kamis (27/2/2020).

 Eef menjelaskan, seluruh jemaah umrah itu akan terbang kembali ke Indonesia pada Jumat (27/2/2020) pukul 17.50 waktu Singapura.

Setibanya di tanah air, mereka akan mengatur ulang jadwal menuju ke Tanah Suci.

"Dari maskapai juga memberikan kompensasi berupa makan empat kali dan kamar hotel untuk menginap di sini.

Untuk dari pihak hotel di Arab juga sudah dikonfirmasi dan memberi konfirmasi penjadwalan ulang," ujarnya.

Sementara itu, para jemaah yang batal berangkat tersebut mau memaklumi kondisi tersebut.

Kendati demikian, mereka masih berharap untuk tetap bisa melakukan ibadah umrah "Jemaah juga dapat mengerti kondisi ini.

Sebab bukan hanya Indonesia, tetapi negara lain juga mengalami hal yang sama," tutur dia.

Adapun sebelumnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menangguhkan seluruh kunjungan ke negara tersebut, baik untuk tujuan umrah maupun kunjungan ke Masjid Nabawi, untuk sementara waktu.

Hal itu menyusul perkembangan kasus penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam keterangan resmi yang diunggah Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui akun Twitter resmi mereka, pihak Kerajaan terus mengikuti perkembangan yang terjadi.

Dengan demikian, sesuai dengan rekomendasi dari otoritas kesehatan yang berkompeten, kerajaan bersikap untuk mengimplementasikan standar internasional tertinggi yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna menghentikan, mengendalikan, dan menghilangkan virus tersebut.

“Kerajaan menegaskan bahwa prosedur ini bersifat sementara dan harus terus-menerus dievaluasi oleh pihak yang berwenang,” tulis keterangan resmi Kemenlu Arab Saudi, seperti dilansir Kompas.com, Kamis.

Dapur Rumah Seorang Janda di Jeumpa Bireuen Terbakar, Begini Kejadiannya

llliza Saaduddin Djamal Pimpin PB Perpani, Terpilih Secara Aklamasi Dalam Munaslub di Jakarta

Dispora Binjai Menang Dramatis dengan Pora Bireuen, Besok Akademi Singapore Lawan Olimpik Pijay

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Arab Saudi Tangguhkan Kunjungan Umrah, Jemaah Telantar di Bandara Soetta"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved