Berita Langsa
Dayah Misbahul Ulum Diniyah Al-Aziziyah I Pusat Konsentrasi Pendidikan Islam di Langsa
Bahkan, jalan di daerah ini yang kini disebut sebagai jalan lingkar PTPN I ke depan nantinya akan menjadi pintu gerbang tol Trans Sumatera.
Penulis: Zubir | Editor: Nur Nihayati
Bahkan, jalan di daerah ini yang kini disebut sebagai jalan lingkar PTPN I ke depan nantinya akan menjadi pintu gerbang tol Trans Sumatera.
Laporan Zubir | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, Rabu (26/02/2020) meresmikan Dayah Misbahul Ulum Diniyah Al-Aziziyah (MUDA) I, di Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro.
Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, mengatakan, peresmikan dayah yang baru berdiri di Gampong Timbang Langsa ini dengan luas areal lebih kurang 1,5 hektar, tentunya masyarakat sangat bahagia.
Karena suatu saat nanti dayah ini akan menjadi pusat konsentrasi pendidikan Islam khususnya di daerah Gampong Timbang Langsa ini.
Bahkan, jalan di daerah ini yang kini disebut sebagai jalan lingkar PTPN I ke depan nantinya akan menjadi pintu gerbang tol Trans Sumatera.
• Pemkab Aceh Singkil Diminta Alokasikan Anggaran untuk Dayah Sebesar 30 Persen dari Dana Pendidikan
• Seorang Remaja Meninggal Tenggelam Saat Cari Kerang di Kuala Jeumpa Bireuen, Begini Kejadiannya
• Kualitasnya Diragukan, Proyek Saluran Jaringan Irigasi Gunong Pudong Diduga Dikerjakan Asal Jadi
Sehingga otomatis akan membawa dampak perubahan di Gampong Timbang Langsa ini ke depan.
Menurut Toke Seum (wali kota), berdirinya dayah ini juga akan menjadi sarana pendukung kepada pendidikan dan fasilitas publik lainnya.
Sekarang di sini sudah ada SD dan juga Pustu (Puskesdes) yang nantinya akan ditingkatkan menjadi puskesmas.
"Kita sangat berterima kasih kepada guru-guru dan abu-abi kita, yang hari ini mereka tidak digaji seperti layaknya pegawai atau guru pendidikan lainnya di sekolah.
Namun para guru dan abu-abu kita ini mencurahkan pikiran dan tenaganya, untuk mengajarkan anak-anak kita ilmu agama di dayah ini," katanya.
Dijelaskan Toke Seum, pendidikan agama dan pendidikan lainnya itu harus seimbang.
Artinya, semua aspek pembangunan itu, moral, akhlak, sosial budaya, politik dan lain-lainnya itu harus berjalan seimbang.
"Apabila pendidikan agama dengan pendidikan lainnya tidak berjakan seimbang, maka ini akan menjadi ancaman bagi kita semua," sebutnya.
Apalagi sekarang, timpalnya, kita lihat di era globalisasi ini paham-paham yang menyimpang seperti radikalisme, ISIS, dan berbagai macam yang muncul hari ini yang membawa nama agama.
Orang-orang yang fanatik agama tetapi tidak mengerti dasar-dasar agama mereka akan cepat terpengaruh dan akan mengikuti paham-paham seperti ini.
Dengan hadirnya dayah dan pendidikan agama seperti ini, diharapkan akan menjauhkan anak-anak dan kita semua dari pemikiran dan persoalan-persoalan kesalahpahaman.
"Akan ada tempat bagi kita untuk merujuk bagaimana menjalankan aqidah dan memahami agama," tukasnya.
Sehingga generasi kita dapat mengetahui tentang agama dan kehidupan dunia dan akhirat.
Dikatakan Wali Kota, Dayah Misbahul Ulum Diniyah Al-Aziziyah (MUDA) I baru dibangun di lahan seluas 1,5 hektare ini tentunya juga masih banyak kebutuhan dan serba kekurangan.
Sehingga Tgk Armia Mahmud SHi sebagai Pimpinan Dayah Misbahul Ulum Diniyah Al-Aziziyah (MUDA) I belum bisa menerima banyak santri disini.
Wali Kota berharap pada suatu saat nanti Kota Langsa ini akan menjadi Kota Santri dan Kota Pendidikan.
Dirinya juga merasa bahagia dan bangga, karena hari ini Langsa sudah ada lebih kurang 30 dayah, 2 Universitas Negeri.
"Sehingga banyak orang-orang dari luar Kota Langsa yang datang menimba ilmu di daerah kota kita cintai ini," tutup Wali Kota.
Hadir juga Tgk. Muchtar H Ibrahim atau Abati Aramiah, Wakil Wali Kota, Dt H Marzuki Hamid MM, Wakapolres Langsa, Kompol M Dahlan SH MH, unsur Forkopimda, para Kepala OPD, PTPN I Langsa, PT Timbang Langsa, dan Keuchik Gampong Timbang Langsa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dayah-misbahul-ulum-diniyah-al-aziziyah.jpg)