Breaking News:

Berita Aceh Selatan

Kualitasnya Diragukan, Proyek Saluran Jaringan Irigasi Gunong Pudong Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Proyek pembangunan badan jalan dan jaringan Irigasi Gunong Pudong atau saluran BGP 8 di Dusun Rimeh, Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara...

SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Kondisi proyek pembangunan badan jalan dan jaringan Irigasi Gunong Pudong atau saluran BGP 8 di Dusun Rimeh, Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan dari Dinas Pengairan Provinsi Aceh tahun anggaran (TA) 2019, sangat diragukan kualitasnya. Foto direkam, Rabu (26/02/2020). 

Kualitasnya Diragukan, Proyek Saluran Jaringan Irigasi  Gunong Pudong Diduga Dikerjakan Asal Jadi


Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Proyek pembangunan badan jalan dan jaringan Irigasi Gunong Pudong atau saluran BGP 8 di Dusun Rimeh,  Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan dari Dinas Pengairan Provinsi Aceh tahun anggaran (TA) 2019, sangat diragukan kualitasnya.

Proyek yang menelan anggaran mencapai Rp 3,1 miliar tersebut diduga dikerjakan asal jadi.

Pasalnya, fisik badan jalan yang baru ditimbun dan jaringan saluran Irigasi yang berlokasi di Dusun Rimeh tersebut, dalam pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi atau perencanaan teknis yang telah dibuat.

"Proyek pembangunan jalan tani dan jaringan Irigasi Gunong Pudong atau saluran BGP 8 di Dusun Rimeh, Gampong Krueng Batu, kami diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, fisik badan jalan dan  jaringan Irigasi pengerjaannya tidak sesuai spek," kata Mauzan, petani setempat kepada Serambi, Rabu (26/02/2020).

Kelas Baru tidak Nyaman, Siswa SD Bukit Rata Belajar di Lorong

10 Bulan Gaji CPNS PTT Tahun 2017 belum Dibayar, Pemkab Aceh Timur Akan Audensi dengan BKN Pusat

Arab Saudi Luncurkan Liga Sepakbola Putri, Ini Pertama Kali Dalam Sejarah

Mauzan yang pada saat itu turut didampingi Ketua Kelompok Tani Padang Makmu, Jamaluddin dan Ketua Kelompok Tani Nasah Ampeh, Sukarni serta puluhan petani lainnya mengaku kehadiran proyek tersebut bukan menguntungkan petani.

"Malah dengan kondisi pekerjaan proyek seperti ini kami para petani sangat dirugikan, karena air bukannya masuk ke sawah warga, malah mengalir ke badan jalan," kata Mauzan yang diamini puluhan petani lainnya.

Menurut Mauzan, sesuai draf ketebalan timbunan badan jalan seharusnya 30 sentimeter, namun faktanya kontraktor pelaksana terkesan hanya sekedar menabur pasir di proyek jalan yang baru dikerjakan itu. "Coba lihat ketebalan timbunan, mana sampai 30 sentimeter," timpal petani lainnya.

31 Guru MAN Model Banda Aceh Ikuti Simulasi AKM, Ini Tujuannya

Selain itu, jaringan saluran irigasi yang semestinya berfungsi mengaliri air ke sawah warga malah mengalir ke badan jalan akibat ketinggian jaringan saluran irigasi tidak sesuai spek.

"Coba liat, air bukan masuk ke sawah warga, namun melimpah ke badan jalan. Jadi buat apa dibangun jaringan saluran irigasi jika tidak bisa mengairi air ke sawah masyarakat," timpal Ketua Kelompok Tani Padang Makmu, Jamaluddin

Tak hanya itu, beberapa titik bahu jembatan pada proyek tersebut juga mulai keliatan retak akibat kawat yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. "Ni bahu jembagan malah ada yang ambruk dan diperbaiki lagi, namun kondisinya juga sudah retak kembali kan," kata Mauzan.

Mauzan bersama puluhan petani lain meminta pihak rekanan bertangungjawab terhadap pekerjaan proyek yang dinilai tidak sesuai spesifikasi tersebut.

Ilham Pangestu, Film Dokumenter Radio Rimba Raya Harus Diputar di Senayan

"Ya, kami meminta pelaksana proyek ini untuk memenuhi spesifikasi, jika tidak kami akan melaporkan persoalan ini ke pihak berwajib," paparnya.

Pantauan Serambi, proyek yang disebut-sebut bernilai Rp 3,1 Milyar ini kondisi perkerjaannya terkesan asal - adalan, sebab saluran irigasi yang semestinya mengairi air kesalawah warga malam mengalir ke badan jalan.

Tak hanya itu, badan jalan yang dibangun juga dibeberapa titik masih terlihat tanah dasar. Padahal menurut informasi ketebalan timbunan badan jalan seharusnya 30 sentimeter.

Terkait dengan persoalan tersebut, Sekdes Krueng Batu, Ismail Ismed yang dikonfirmasi Serambi tidak menyangkal mengenai komplain masyarakat tersebut. "Memang benar masyarakat komplain, cuma kita berharap rekanan segera memperbaiki kekurangan dari Proyek tersebut," harap Ismail Ismed.

Terpisah, Abddulah, yang disebut - sebut sebagai pelaksana proyek saat dikonfirmasi Serambi tidak mau memberi komentar. "Ya, tidak usah saya tanggapi saja," jawabnya saat serambi meminta penjelasannya.(*)

Abu Razak Lantik Pengkab PDBI Bireuen, Ini Pengurus yang Dilantik

Bentrokan di India Tewaskan 19 Orang, Menteri Dalam Negeri Sebut Bentuk Pencemaran di Depan Trump

Ns Nurlaili SKep MKes, Dosen Cantik yang Hobi Traveling

Penulis: Taufik Zass
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved