Berita Pidie

Pemkab Pidie Segera Selesaikan Konflik Tapal Batas di Kecamatan Batee, Ini Langkah yang Dilakukan

Hingga saat ini, tiga keluarga masih terkurung akibat konflik tapal batas di gampong Rungkom dengan Gampong Crueng, Kecamatan Batee, Pidie.

Pemkab Pidie Segera Selesaikan Konflik Tapal Batas di Kecamatan Batee, Ini Langkah yang Dilakukan
Hand-over kiriman warga.
Siswa di Gampong Rungkom, Kecamatan Batee, Pidie melwati ruas jalan lorong yang telah di timbun dan dipagari, Selasa (25/2/2020). 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie segera mengambil sikap untuk menyelesaikan sengketa tapal batas gampong antara Gampong Rungkom dengan Crueng, Kecamatan Batee yang hingga saat ini menyebabkan tiga KK masih terkurung akibat lingkungan pemukiman warga dipagari.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud ST kepada Serambinews.com, Kamis (27/2/2020) mengatakan, meski belum diketahui secara detail persoalan konflik tapal batas antara kedua gampong tersebut (Rungkom dan Creung) yang telah memberi imbas terkurung tiga KK akibat lorong ruas jalan yang dipagari

"Saya berkomitmen menyelesaikan permaslahan ini secara cepat tanpa ada pihak yang dirugikan,"sebutnya.

Sebelum dilakukan langkah ke arah tersebut, pihaknya juga segera memanggil Asisten I bagian pemerintahan apakah sejauh ini permasalahan konflik yang mendera warga di Kecamatan Batee yang telah berjalan selama 16 hari terakhir apakah telah mendapat laporan resmi.

Terutama terhadap konflik tapal batas hingga berujung pada terisolasinya belasan warga dari tiga KK yang berdomisili di Gampong Rungkom. Tentunya persoalan ini tidaklah dibiarkan berlarut panjang karena dapat berimbas pada pada phiskologis warga.

Menurut Fadhlullah, ekses terkurung warga akibat dampak koflik tapal batas ini tidaklah diharapkan sama sekali terjadi.

"Ini mesti segera diselesaikan dan saya perintahkan tim jajaran baik camat serta Asisten I agar segera ditindaklanjuti penyelesaiannya ke lokasi secara langsung," ujarnya.

 Asisten I  Pidie, Drs H Bahrul Walidin MSi secara terpisah kepada Serambinews.com, Kamis (27/2/2020) mengatakan, pihaknya sejak  Rabu (26/2/2020) telah menerima laporan dari Camat Batee , Saiful Ifwan.

"Sebelumnya sudah dilakukan musyawarah dengan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak namun berakhir tanpa hasil," jelasnya.

Kendati demikian pihaknya dalam waktu dekat segera membentuk tim guna menindaklanjuti agar permasalahn tapal batas ini segera diakhiri.

"Hal ini guna menjamin hak hidup masyarakat apalagi informasi masih ada warga yang terkurung lebih dari dua pekan," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, ekses konflik tapal batas dari kedua gampong Rungkom dan Gampong Crueng, Kecamatan Batee, Pidie menyebabkan tiga Kepala Keluarga (KK) di Gampong Rungkom, Kecamatan Batee, Pidie selama dua pekan terakhir terkurung akibat dipagari pascakonflik sengketa tapal batas tersebut.

M Jafar selaku tokoh masyarakat Gampong Rungkom, Batee, kepada Serambi, Selasa (25/2/2020) mengatakan, ketiga KK yang terkurung itu masing Nurdin, Anwar Ishak, dan Nurhayati.

Mereka selama ini sangat sulit untuk beraktivitas dikarenakan perkarangan ketiga rumah mereka telah dipagari dengan bambu.(*)

Sindikat Dugaan Penipuan Online di Aceh, Tiga Pelaku Napi di Sumut, Ini Imbauan Polisi

Viral, Seorang Guru Dipaksa Merangkak oleh Orang Tua Murid

Lagi, KKB Papua Pimpinan Egianus Kogoya Serang Pos TNI di Nduga, Polisi dan Warga Tertembak, 1 Tewas

Kisah Putra Aceh The Big Boss Trans Continent, Doa Ayah dan Ibu Membuat Semuanya Serba Mungkin

Penulis: Idris Ismail
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved