Berita Aceh Tamiang

Rentan Longsor, BPBD Aceh Tamiang Butuh Ekskavator

“Kondisi perlengkapan bagus karena memang masih banyak yang baru, jadi layak digunakan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Syahri.

Rentan Longsor, BPBD Aceh Tamiang Butuh Ekskavator
Dok BPBD
Syahri (dua kiri) bersama Forkopimda Aceh Tamiang ketika meninjau kelengkapan peralatan tanggap bencana, Jumat (282/2/2020). BPBD Aceh Tamiang membutuhkan ekskavator sebagai antisipasi terjadinya tanah longsor. 

“Kondisi perlengkapan bagus karena memang masih banyak yang baru, jadi layak digunakan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Syahri.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang bersama TNI dan Polri memamerkan sejumlah peralatan tanggap bencana ketika menggelar apel siaga bencana, Jumat (28/2/2020).

Sejumlah peralatan itu dipastikan dalam kondisi baik dan cukup mendukung tugas tim di daerah bencana.

“Kondisi perlengkapan bagus karena memang masih banyak yang baru, jadi layak digunakan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Syahri.

Namun ada satu hal yang mengganjal Syahri dalam melaksanakan tugas penanggulangan bencana, yaitu ketiadaan alat berat ekskavator.

13 Desa di Gayo Lues belum Terjangkau Jaringan Telkomsel

Wapres Maruf Amin Sebut Indonesia Bebas Corona karena Doa Qunut, Ini Arti dan Manfaat Doa Qunut   

Aceh Soft Launching Calendar of Event, Ini Top 10 Event, 3 Masuk Calendar of Wonderful Indonesia  

Kendaraan ini diakuinya sangat dibutuhkan karena kondisi geografis Aceh Tamiang yang berbukit rentan dilanda tanah longsor.

“Kebutuhan kita itu ekskavator, sesuai dengan kondisi kita yang sering dilanda tanah longsor,” ungkapnya.

Menurut Syahri, normalnya di Aceh Tamiang harus ada dua unit ekskavator. Tapi untuk kondisi saat ini, satu unit pun dinilainya sudah cukup mendukung kinerja timnya.

“Kalau bisa dua unit, karena beberapa kasus kita butuhkan juga untuk penanganan tanggul jebol,” sambungnya.

Apel siaga bencana ini dilaksanakan di lapangan kantor Pemkab Aceh Tamiang diikuti seluruh personel BPBD, TNI/Polri dan sejumlah pelajar SMA.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian selaku inspektur apel menjelaskan apel siaga bencana sebagai upaya pencegahan, mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bahaya, baik di musim hujan maupun kemarau.

“Menyikapi perubahan iklim yang terjadi belakangan ini, data BMKG menyatakan, Aceh merupakan daerah yang mengalami curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang, sehingga kita semua harus mewaspadainya,” kata Zulhir.

Sebelum membacakan amanat Bupati Aceh Tamiang, terlebih dahulu Zulhir bersama Sekda Aceh Tamiang Basyaruddin dan unsur Forkopimda melakukan cek kelengkapan peralatan tanggap bencana yang turut dihadirkan dalam gelaran apel itu. (*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved