Selasa, 21 April 2026

Aminullah Terima Penghargaan Pelopor RSUD Syariah dari Wapres

Pemerintah Kota Banda Aceh kembali meraih prestasi di level nasional. Penghargaan kali ini dari Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh

Editor: bakri
HUMAS PEMKO BANDA ACEH
Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin, menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman sebagai Kepala Daerah Pelopor Sertifikasi Syariah dari MUKISI, di Jakarta Convention Center, Sabtu (29/2/2020). 

* Wali Kota: Setelah Penerapan RS Syariah, Target Berikutnya RS Pendidikan

 BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali meraih prestasi di level nasional. Penghargaan kali ini dari Majelis  Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) dan diberikan kepada Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman. Sebagai Kepala Daerah Pelopor Sertifikasi Syariah di RSUD Meuraxa.

Penghargaan diserahkan langsung Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof Dr KH Ma’ruf Amin  pada acara International Islamic Healthcare, Conference and  Expo (IHEX) ke-3 Tahun 2020, di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (29/2). Usai menyerahkan penghargaan, Wapres memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang  berhasil berinovasi mendoronghadirnya pelayanan berbasis  syariah di rumah sakit-rumah sakit di daerah yang dipimpinnya. Dikatakan, saat ini muncul trend dikalangan masyarakat muslim,  kebutuhan yang paripurna, yang  kaffah. Layanan ini tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari saja, tapi juga saat membutuhkan layanan medis. Ada kebutuhan bimbingan spiritual saat sedang di  rumah sakit, bahkan saat dipenghujung ajalnya.

Dikatakan Wapres, bimbingan spiritual itu sulit didapatkan di rumah sakit biasa, karena memang belum ada desain seperti itu. Rumah sakit syariah akan menjadi alternatif untuk  memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. RS dengan pelayanan berbasis syariah memiliki keunggulan tersendiri. Wapres mencontohkan seperti menghadirkan suasana Islami, jaminan makanan halal dan pakaian pasien dicuci sesuai dengan cara syariah.  

“Jadi ada nilai tambah daripada RS konvensional, selain harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), juga mempunyai attitude value yang mampu menerapkan cita rasa Islami atau syariah dalam pelayanannya,” tambah Wapres. Wapres berharap, dengan pelayanan berbasis syariah, RS dapat memberi kententraman dan ketenangan dalam perawatan karena  ibarengi dengan pengobatan dan bimbingan spritual kepada pasien. Seusai menerima penghargaan, Wali Kota Aminullah menyampaikan rasa syukurnya.

Dikatakan, sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, sudah seharusnya pelayanan di RS Meuraxa harus sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Aminullah menceritakan, sejak tahun 2018 RS Meuraxa sudah mengajukan diri menjadi RS syariah. Ada beberapa tahapan yang harus disiapkan waktu itu, seperti  menyiapkan struktur RS yang mewajibkan adanya Dewan Pengawas. “Saat ini kita memiliki tiga Dewan Pengawas yang kompeten  yang sesuai dengan disiplin ilmu,”ungkap Wali Kota.  Wali Kota juga membenahi keuangan RS kebanggaan masyarakat Banda Aceh ini. Semua akad dan transaksi keuangan digunakan sesuai dengan sistem syariah.

Selain itu, pelayanan gizi dan pencucuian pakaian pasien sudah bersertifikat dari MPU Aceh. “Pelayanan yang kita berikan sudah terkonsep dalan pelayanan Islami, ada juga beberapa tambahan  lagi dari MUKISI yang kita terapkan,” ungkapnya. “Dengan semua yang telah dijalankan tersebut, Alhamdulillah hari ini kita berhasil mendapatkan penghargaan sebagai RS yang  pelayanannya berbasis syariah. Status RS Meuraxa sebagai RS  bersyariah akan terus dipertahankan. Dan MUKISI sebagai Lembaga Pembina RS Syariah di  ndonesia akan terus mendampingi.

Semoga RS Meuraxa menjadi lebih baik kedepannya dan terus mendapatkan kepercayaan   asyarakat,” tutup Aminullah. Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga menyampaikan RS Meuraxa kedepan akan dikembangkan  sebagai rumah sakit pengembangan pendidikan, dimana akan mengikat kerjasama  dengan lembaga pendidikan, seperti universitas dan perguruan tinggi. Di RS ini nantinya akan menyelenggarakan pendidikan dan penelitian secara terpadu dalam bidang pendidikan profesi kedokteran dan pendidikan tenaga kesehatan lainnya.(hba/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved