Senin, 27 April 2026

Indonesia Terjangkit Corona

Jadwal Berangkat Seratusan Calon Jamaah Umrah Abdya Ditunda, Cegah Virus Corona

Mereka dari berbagai travel di Abdya ditunda keberangkatan umrah ini sehubungan larangan sementara pelaksanaan umrah bagi warga asing.

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Mursal Ismail
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Sejumlah petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap saat bersiap menyambut kedatangan kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu (1/3/2020). Pemerintah mengevakuasi 69 kru kapal pesiar Diamond Princess dari Yokohama, Jepang dan selanjutnya akan menjalani proses observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta.(ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA) 

Mereka dari berbagai travel di Aceh Barat Daya (Abdya) ditunda keberangkatan umrah ini sehubungan larangan sementara pelaksanaan umrah bagi warga asing.

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Seratusan calon jamaah umrah kabupaten Abdya, yang dijadwalkan berangkat bulan Maret ini, ditunda keberangkatannya.

Mereka dari berbagai travel di Aceh Barat Daya (Abdya) ditunda keberangkatan umrah ini sehubungan larangan sementara pelaksanaan umrah bagi warga asing.

Larangan itu dikeluarkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk mencegah virus corona di negara itu. 

Sebelumnya para jamaah ini sudah mengikuti berbagai tahapan, termasuk melakukan suntik vaksin meningitis.

"Iya, rencananya saya berangkat tanggal 15 Maret ini, tapi karena ada kebijakan dari Arab Saudi, jadi keberangkatan kami harus ditunda," ujar Masri, salah seorang calon jamaah umroh asal Blangpidie.

VIDEO - Jangan Panik, Begini Cara Mudah mencegah Infeksi Virus Corona

VIDEO - Indonesia Positif Corona, Presiden Jokowi Sebut Pasien Terlibat Kontak Dengan WNA Jepang

VIDEO - Wakil Presiden Iran Terjangkit Virus Corona. Mulai Tak Nyaman Saat Konferensi Pers

Ia mengaku, belum tahu pasti kapan jadwal keberangkatan dan pihaknya masih menunggu jadwal dari perusahaan.

"Belum ada jadwal kapan berangkat, kami masih menunggu.

Semua ini, pasti ada hikmahnya," sebut Masri.

Hal senada juga disampaikan oleh pihak travel PT Lyla Wisata Dunia.

Hal itu dilakukan, sehubungan dengan keluarnya larangan sementara pelaksanaan kegiatan ibadah umrah bagi warga asing oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Sebagaimana yang diumumkan, larangan otoritas Kerajaan Arab Saudi secara resmi menghentikan sementara kegiatan ibadah umrah bagi warga asing. 

Tujuannya, guna mencegah penyebaran dampak wabah virus corona, agar tidak merebak lebih luas di Arab Saudi.

"Rencananya besok kami berangkat. Terpaksa ditunda sementara," ujar Iras, Tourguide umroh, travel Lyla Wisata Dunia.

Rencananya, katanya Iras, travel Lyla Wisata Dunia pada Selasa (3/3/2020) besok, memberangkatkan sebanyak 50 jamaah umrah.

Namun, karena adanya larangan sementara kedatangan warga luar ke Arab Saudi, maka pihak travel ini membatalkan sementara keberangkatan jamaah, sampai larangan itu dicabut kembali.

"Mudah-mudahan cepat dibuka kembali," kata Iras.

Iras mengatakan, pihaknya tetap akan memberangkatkan semua jamaah, pada saat larangan sudah dicabut oleh Pemerintah Arab Saudi.

Untuk jadwal keberangkatan, pihaknya menyesuaikan dengan putusan pemerintah Arab Saudi.

"Insya Allah, tetap kita berangkatkan.

Tapi kita tunggu keputusan dari Arab Saudi," katanya.

Sejauh ini, pihak travel sudah memberitahukan kepada seluruh calon jamaah, tentang alasan penundaan keberangkatan.

"Alhamdulillah, seluruh jamaah memahami, sebab sudah tau bahwa kebijakan itu diambil pihak travel, berlandaskan larangan Pemerintah Arab Saudi," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Indonesia mengumumkan adanya dua orang warganya yang positif terjangkit virus corona atau penyakit Covid-19.

Pengumuman itu disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo, Senin (2/3/2020) di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Jokowi, dua warga negara Indonesia (WNI) itu sempat menjalin kontak dengan warga negara Jepang yang belakangan diketahui juga positif virus corona.

"Orang Jepang ke Indonesia bertemu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi.

Dengan kondisi ini, masyarakat perlu waspada dan mengantisipasi bahaya virus corona tersebut.

Apabila masyarakat merasakan gejala virus corona, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorakan, dan gangguan pernapasan parah, disarankan segera mengakses ke layanan kesehatan.

Terkait pencegahan virus corona, Kementerian Kesehatan menyatakan telah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan di 32 provinsi.

Sebanyak 100 rumah sakit itu dinilai telah mampu menangani pasien jika ada yang terkonfirmasi virus corona.

Dikutip dari web infeksiemerging, di DKI Jakarta setidaknya ada tiga rumah sakit rujukan, yaitu RSPI Dr Sulianti Saroso, RSU Persahabatan, dan RSPAD Gatot Soebroto.

Sedangkan di Jawa Barat ada tujuh rumah sakit yang dijadikan rujukan penanganan virus corona.

Ketujuh rumah sakit tersebut di antaranya RSU Dr Hasan Sadikin Bandung, RSU Dr Slamet Garut, RSU Gunung Jati Cirebon, RSTP Dr H.A Rotinsulu Bandung, RSU R. Syamsudin Sukabumi, RSU Indramayu dan RSU Subang.

Sementara di Jawa Tengah ada 10 rumah sakit rujukan, beberapa di antaranya RSU Dr Karyadi Semarang, RSU Dr Moewardi Surakarta, RSU Banyumas, dan RSU Margono Purwokerto.

Untuk wilayah DI Yogyakarta, dua rumah sakit rujukan yaitu RSU Dr Sardjito dan RSU Panembahan Senopati, Bantul.

Di wilayah Jawa Timur terdapat delapan rumah sakit rujukan, beberapa di antaranya RSU Dr Seotomo Surabaya, RSU Dr Saiful Anwar, RS Dr Djatikoesoemo Bojonegoro, dan RS Blambangan Banyuwangi.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono memastikan, mekanisme pelayanan rujukan, fasilitas, dan petugas kesehatan sudah sesuai standar WHO.

"Kami sudah mempunyai ruang isolasi, sudah mempunyai laboratorium yang mampu melakukan pemeriksaan, salah satunya novel corona virus," kata Anung, seperti dikutip VOA.

Daftar rumah sakit rujukan tersebut sama dengan rumah sakit rujukan yang pernah digunakan untuk perawatan pasien flu burung pada 2007.

Ditanyakan terkait hal itu, Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan Busroni menyebutkan, daftar rumah sakit tersebut memang sama dan hanya tinggal melakukan reaktivasi.

"Memang rumah sakitnya sama dengan rumah sakit flu burung. Tapi, kemampuan rumah sakitnya sama dan sesuai," jelas Busroni. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved