Berita Aceh Barat Daya
IWAPI Abdya Berbagi dengan Bayi Kembar 3, Simpati Terhadap Orangtua Kewalahan Penuhi Asupan Susu
“Bapak dan ibu agar tidak melihat apa yang kami (IWAPI) berikan. Bantuan dalam jumlah sangat sedikit ini mungkin bisa sedikit membantu,” kata Novarina
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Nur Nihayati
Ketiganya berjenis kelamin laki-laki. Masing-masing diberi nama, mulai dari yang tertua Muhammad Zahid Al-Mubaraq, Muhammad Ziyad A-Mubaraq, dan Muhammad Zayyan Al-Mubaraq.
Meski sempat dirujuk ke rumah sakit karena lahir dengan berat badan di bawah normal, tetapi secara keseluruhan kondisi bayi dalam keadaan sehat, sehingga lima hari kemudian diizinkan pulang ke rumah.
Perkembangan dan pertumbuhannya juga normal. Namun merawat bayi, apalagi tiga bayi sekaligus tidak lah gampang. Energi sang ibu benar-benar habis tersedot.
Menurut Suharbi, suami dari Deliana, istrinya benar-benar kewalahan. Kakak dan tetangga sekitar bahkan sering ikut membantu istrinya.
"Memandikan dibantu kakak, ada juga beberapa tentangga datang membantu menganti popok," kata Suharbi, kepada Serambinews.com, Selasa (25/2/2020) lalu.
Ia juga mengungkapkan bahwa istrinya sering tidak tidur malam karena bayinya sering menangis meminta ASI. Jika satu terbangun dan menangis, maka dua yang lainnya juga akan ikut terbangun dan menangis. Meski demikian, ia bersyukur istrinya tetap sabar menyusui anak-anaknya satu per satu meski dengan kondisi tidak tidur sampai subuh.
Ia sangat bersyukur anak-anaknya semua dalam kondisi sehat. Hanya saja ia merasa kasihan kepada istrinya.
Suharbi mengaku, istrinya sering mengalami demam dan kelelahan karena kurang tidur. Untuk mengatasi hal ini, ia biasanya mengambil obat di tempat praktik bidan Ruhama.
Masalah lainnya adalah dalam hal pemenuhan kebutuhan ASI. Suharbi mengaku, asupan ASI yang diberikan istrinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ketiga bayinya, sehingga harus ditambah susu formula.
Suharbi yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir angkutan umum L-300 dengan penghasilan yang terbatas, tentu saja kewalahan.
“Susu seukuran 150 gram, dibuka pagi, sore sudah habis,” sebutnya. Ia pun harus bekerja keras dan memutar kepala memenuhi kebutuhan susu ketiga ‘jagoan ciliknya’ tersebut.
Saat disinggung tentang perhatian Pemkab, sopir L-300 trayek Abdya-Meulaboh ini awalnya enggan menjawab. Ia mengaku malu seperti seakan-akan mengharap bantuan.
“Malu saya kalau hal ini ditulis, seolah-olah saya minta pejabat pemerintah menjeguk ketiga bayi kami ini. Tapi saya akui, sempat juga terbetik pertanyaan, kenapa kalau di daerah lain, pihak pemerintah memberi perhatian, bukankah kelahiran bayi kembar tiga ini tergolong langka?," ujar Suharbi.
Karena itu, Suharbi sangat bersyukur dan berterima kasih sekali atas kunjungan dan bantuan yang diberikan staf dan petugas medis Puskesmas Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan. "Saya dapat info kalau staf Puskesmas Bineh Krueng mengumpulkan uang pribadi, kemudian dibelikan 2 kotak susu SGM ukuran 1000 gram dan 1 kotak susu SGM 600 gram untuk ketiga bayi kami," tutur Suharmi.
Untuk diketahui, selain ketiga bayinya, Suharbi juga memiliki dua anak lainnya. Anak pertama laki-laki bernama Zaki Al-Hikma, lahir tahun 2013, sekarang duduk di kelas I SD, sedangkan anak kedua perempuan, Zaharatul Umairah, lahir tahun 2017.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/iwapi-besuk-keluarga-bayi-kembar-tiga.jpg)