Jumat, 8 Mei 2026

Letusan Merapi

Merapi Kembali Erupsi, Sejumlah Desa di Boyolali Terkena Dampak Hujan Abu

Tidak hanya memperlihatkan aktivitas erupsi, dalam video itu terdengar pula suara gemuruh saat kumpulan abu vulkanik itu dikeluarkan oleh Merapi.

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
VolkanoYT
Rekaman video saat Gunung Merapi meletus pada Kamis, 13 Februari 2020 pagi 

Laporan Yeni Hardika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gunung Merapi kembali mengeluarkan aktivitas erupsinya pada pagi ini.

Terjadi sekitar pukul 05.22 WIB Selasa pagi (3/3/2020), erupsi Merapi sempat direkam dalam bentuk video oleh warga dari Desa Deles, yaitu desa yang dekat dengan Gunung Merapi.

Video itu kemudian bermunculan di media sosial twitter, hingga memuncaki trending topik sampai pukul 08.22 pagi ini.

Tidak hanya memperlihatkan aktivitas erupsi, dalam video itu terdengar pula suara gemuruh saat kumpulan abu vulkanik itu dikeluarkan oleh Merapi.

Berdasarkan data yang tercatat di seismogram, yang dipublikasikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui twitternya, diketahui amplitudo erupsi 75 mm dengan durasi erupsi 450 detik.

Teramati, tinggi kolom erupsi sekitar 6.000 meter dari puncak Merapi dengan arah angin ke utara.

Luncuran awan panas mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak maksimum 2 Km.

Tidak hanya itu, beberapa video lain juga memperlihatkan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka yang terkena dampak hujan abu vulkanik dari erupsi Merapi.

Hujan abu itu bertebaran hingga ke Kabupaten Boyolali.

Pria Ini Temukan Telur Kecoa di Nasi Goreng, Pihak Restoran Sebut Kacang Merah

Pelaku Jambret Ditangkap Lewat Aksi Heroik Wanita Muda, Ternyata Pelakunya Terlibat Kasus Ini

Danki B Krueng Isep Nagan Raya Salurkan Kursi Roda untuk Penderita Lumpuh

Dilansir dari jateng.tribunnews.com, ada lima desa di Kabupaten Boyolali yang mengalami hujan abu, yaitu Desa Cluntang, Ringin Larik, Sruni, Karang Kendal, dan Kembangsario.

Berdasarkan video yang diposting, terlihat lingkungan udara di wilayah mereka seolah berkabut karena terselimuti abu.

Abu vulkanik itu bertebaran dan menempel di berbagai benda yang berada di lingkungan, seperti pohon dan jalan.

Bahkan, ada pula yang masuk dan menempel pada peralatan di dalam rumah warga.

Saat ini, status Merapi tetap berada pada level waspada sejak 21 mei 2018.

Namun, BPPTKG menghimbau masyarakat tetap tenang dan dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Merapi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved