Jumat, 8 Mei 2026

Wabah Virus Corona

Pelajar Ini Diserang Sekelompok Orang karena Dikira akan Menularkan Virus Corona

Setelah kejadian itu, Jon pergi ke unit gawat darurat dan diberi tahu bahwa ia menderita beberapa patah tulang di wajahnya dan mungkin perlu menjalani

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/facebook
Jonathan Mok, korban kekerasan rasis di Singapuran akibat virus corona. 

Laporan Firdha Ustin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rasisme di sekitar virus Covid-19 masih merajalela di seluruh dunia.

Terutama di negara-negara non-Asia di mana orang-orang Cina diserang karena takut bahwa mereka mungkin terinfeksi virus dan menyebarkan virus ke negara lain.

Hari ini (3/3/2020), seorang pelajar Singapura yang telah tinggal di London selama dua tahun menulis tentang penderitaannya yang mengerikan, bahwa ada sekelompok pria yang menyerangnya ketika merebaknya virus Covid-19.

Dilansir dari worldofbuzz.com, pengguna Facebook Jonathan Mok, ia memposting dua foto dirinya yang memperlihatkan mata bengkak.

Melalui status facebooknya bahwa ia diserang sekitar pukul 09.15 sore waktu setempat, (24/2/2020) ketika berjalan melewati sekelompok pemuda di Oxford Street London.

Indonesia Positif Corona, Istana Diperketat, Suhu Tubuh Beda 1,5 Derajat dari Normal Dilarang Masuk

Bisa Meningkatkan Kekebalan Tubuh, 5 Makanan Ini Cocok untuk Menangkal Virus Corona

Pria Ini Temukan Telur Kecoa di Nasi Goreng, Pihak Restoran Sebut Kacang Merah

“Saya berjalan melewati sekelompok pemuda, ketika saya melihat salah satu dari mereka menatapku dan mengatakan sesuatu kepada saya, satu yang saya dengar kata 'coronavirus',”

“Saya terpana dan berbalik untuk melihat pria yang membuat pernyataan itu. Dia masih menatapku ketika dia berjalan melewatinya dan menyadari bahwa aku sedang menatapnya. Dia berteriak, 'Jangan berani menatapku!,”

“Dalam waktu 3 detik, pukulan itu berada di wajahku, bersama dengan 3/4 pemuda lainnya, dan seorang wanita muda, tetapi semuanya kepala lebih tinggi dariku,”

“Tiba-tiba, pukulan pertama diayunkan ke wajahku dan mengejutkanku. Ketika saya masih terkejut dengan pukulan pertama, orang itu memberikan pukulan kedua.”

“Beberapa pejalan kaki telah berhenti dan salah satu dari mereka mencoba memberi alasan kepada penyerang bahwa empat lawan satu tidak adil,” tulisnya.

Jonathan mencoba bereaksi untuk membela diri, tetapi tidak dapat melakukan apapun, karena dia jarinya patah saat diserang.

"Pria yang mencoba menendangku lalu berkata, 'Aku tidak ingin coronavirusmu di negaraku', sebelum mengayunkan pukulan lainnya padaku, pukulan itu mengakibatkan hidungku dan wajahku berdarah, darah-darah itu berhamburan ke seberang trotoar," kata Jon.

Kelompok orang yang menyerang Jon itu pun melarikan diri sebelum polisi bisa tiba.

Setelah kejadian itu, Jon pergi ke unit gawat darurat dan diberi tahu bahwa ia menderita beberapa patah tulang di wajahnya dan mungkin perlu menjalani operasi untuk memperbaiki beberapa tulang wajah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved