Breaking News:

Berita Subulussalam

Respon Virus Corona, Kapolres Subulussalam, Ingatkan Jangan Ada yang Timbun Masker

Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengingatkan semua pihak untuk tidak menimbun masker terkait merebaknya virus corona..

Penulis: Khalidin | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono. 

Respon Virus Corona, Kapolres Subulussalam, Ingatkan Jangan Ada yang Timbun Masker

 

Laporan Khalidin I Subulussalam

 

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM -  Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono mengingatkan semua pihak untuk tidak menimbun masker terkait merebaknya virus corona.

”Menyikapi kasus virus corona yang menjangkiti dua warga Indonesia kami minta agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Selain itu jangan ada yang melakukan penimbunan masker,” kata Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono dalam keterangan persnya kepada Serambinews.com, Selasa (3/3/2020).

Menurut Kapolres AKBP Qori, sejauh ini kasus virus corona memang baru menjangkiti dua warga di Depok, Jawa Barat. Namun Kapolres AKBP Qori mengimbau masyarakat di Subulussalam tetap mengantsisipasinya. Dengan cara berperilaku hidup bersih ini, lanjut AKBP Qori sebagai langkah antisipasi terhadap virus corona. 

Dalam hal ini, Kapolres AKBP Qori mengingatkan jangan sampai ada yang melakukan upaya penimbunan masker akibat panik atau karena hal lain.

Dikatakan, polisi tak segan menindak jika terdapat oknum-oknum nakal yang sengaja menimbun masker dan hand saniziter. Sejauh ini diakui hasil monitoring kepolisian belum ada laporan terkait penimbunan masker di Subulussalam. Namun polisi tetap akan melakukan pemantauan dan memonitor masalah tersebut.

Indonesia Positif Virus Corona, Para Ahli Beberkan Manusia yang Rentan Meninggal Karena Covid-19

Hari Ini Tes CPNS Kemenag Aceh Dimulai, Peserta Diminta Hadir 2 Jam Sebelum Ujian

“Jangan pernah melakukan penimbunan masker dan kemudian melakukan menjual dengan harga mahal yang tidak sesuai dengan harga seharusnya dipasaran,” tegas AKBP Qori

Sesuai aturan, pelaku penimbun dua barang itu terancam hukuman pidana lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 50 miliar. Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menuturkan oknum yang mengambil keuntungan dengan menimbun barang dapat dijerat Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

"Aturan yang mengakomodir selalu didasarkan pada orientasi mengambil keuntungan besar dengan cara tidak wajar bahkan merugikan orang lain yaitu menimbun barang," kata Fickar ketika dihubungi, Senin (2/3/2020).

Pasal 107 UU tersebut berbunyi: "Pelaku Usaha yang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat dan/atau terjadi hambatan kelangkaan lalu Barang, lintas gejolak Perdagangan harga, Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)."

Sebagaimana diberitakan, Indonesia mengonfirmasi kasus virus Corona pertama kalinya. Konfirmasi itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (2/3/2020) di Istana Kepresidenan.(*)

Virus Corona Masuk Indonesia, Berikut Daftar Rumah Sakit yang Terima Rujukan Covid-19

Oknum Pendeta Jadikan Wanita Surabaya Budak Nafsu Selama 17 Tahun, Terungkap Jelang Pernikahan

Bupati Serdang Bedagai Kunker ke Aceh Timur, Pelajari Budaya Lokal Aceh

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved