Senin, 1 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Mahasiswa USK Raih Silver Medal di Kompetisi Esai Nasional Undip, Ini Inovasinya

Dalam ajang tersebut, tim USK berhasil melaju ke babak final bersama 10 tim terbaik lainnya.

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
TERIMA MEDALI DAN SERTIFIKAT - Tiga mahasiswa Fakultas Teknik USK menunjukkan medali dan sertifikat Silver Medal usai meraih penghargaan pada ajang Edutalk Fair Competition 2026 di Undip, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Silver Medal pada ajang Edutalk Fair Competition (EFC) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah, pada 29–31 Mei 2026.
  • Prestasi tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Risky Ramadhan sebagai ketua tim, Raza Ar Rayyan, dan Javier Gamma. 
  • Mereka meraih penghargaan melalui inovasi digital bernama SOCARE, sebuah platform yang dirancang untuk mendukung rehabilitasi pasien stroke

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sara Masroni | Banda Aceh


SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Silver Medal pada ajang Edutalk Fair Competition (EFC) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah, pada 29–31 Mei 2026.

Prestasi tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Risky Ramadhan (Program Studi Teknik Pertambangan) sebagai ketua tim, Raza Ar Rayyan (Teknik Pertambangan), dan Javier Gamma (Teknik Sipil). Tim ini mendapat bimbingan dari Farid Mulana.

Mereka meraih penghargaan melalui inovasi digital bernama SOCARE, sebuah platform yang dirancang untuk mendukung rehabilitasi pasien stroke sekaligus menjaga kesejahteraan caregiver atau anggota keluarga yang mendampingi proses pemulihan pasien.

EFC 2026 merupakan kompetisi nasional di bidang esai dan business plan yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tahun ini, kompetisi mengusung tema integrasi gagasan inovatif dan kolaborasi generasi muda dalam menjawab berbagai persoalan kontemporer masyarakat guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam ajang tersebut, tim USK berhasil melaju ke babak final bersama 10 tim terbaik lainnya. Mereka mempresentasikan inovasi SOCARE secara langsung di hadapan dewan juri dengan memaparkan latar belakang permasalahan, konsep pengembangan platform, fitur utama, hingga potensi implementasi dan skalabilitasnya di masa depan.

Ketua tim, Risky Ramadhan, menjelaskan bahwa SOCARE dilengkapi berbagai fitur, seperti program latihan motorik pasien, pemantauan perkembangan rehabilitasi, skrining kondisi mental caregiver, rekomendasi waktu istirahat, serta forum diskusi antarpengguna. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi nilai pembeda dibandingkan solusi digital serupa.

“SOCARE bukan sekadar karya untuk mengikuti perlombaan. Ini adalah gagasan yang lahir dari kepedulian nyata terhadap masyarakat. Kami percaya bahwa proses pemulihan pasien stroke membutuhkan dukungan yang menyeluruh, termasuk bagi keluarga yang mendampingi setiap harinya,” ujar Risky Ramadhan kepada Serambi, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Untung dan Riska, Mahasiswa USK Aceh Juara di Ajang Nasional, Integrasikan AI dan Nilai-Nilai Islam

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik USK, Alfiansyah Yulianur, menyatakan bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa raihan akreditasi internasional Fakultas Teknik USK mampu mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi dan berprestasi.

“Selamat atas prestasi yang mengharumkan nama Fakultas Teknik dan USK. Semoga karya mahasiswa USK ini dapat terus dikembangkan dan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengembangkan bakat serta minat di bidang masing-masing,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Rina Suryani Oktari, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tim mahasiswa tersebut di tingkat nasional.

Menurutnya, prestasi ini diharapkan dapat memacu kreativitas dan inovasi seluruh mahasiswa USK untuk terus berkontribusi dan meraih prestasi, termasuk di tingkat internasional.

“Model kerja sama lintas program studi juga sangat diharapkan untuk terus dilakukan demi membangun kolaborasi yang semakin kuat di masa mendatang,” pungkasnya. (*)
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved