Minggu, 3 Mei 2026

Lifestyle

Simak Info, 3 Cara untuk Menangani Anak yang Kecanduan Ponsel

Mayoritas anak-anak itu masih duduk di bangku sekolah dasar, yakni antara usia lima sampai enam tahun.

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Anak-anak bermain hp di ujung jembatan Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, Minggu (6/5/2018). SERAMBI/ASNAWI KUMAR 

Mayoritas anak-anak itu masih duduk di bangku sekolah dasar, yakni antara usia lima sampai enam tahun.

SERAMBINEWS.COM – Ada tiga cara untuk menangani anak yang kecanduan bermain gawai atau ponsel.

Psikiater anak dan remaja RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Yunias Setiawati SpKJ(K) menyampaikan banyak orang tua yang memeriksakan anaknya kepada psikiater karena gangguan belajar.

“Setelah diselidiki, ternyata penyebabnya adalah kecanduan gagdet atau gawai.”

“Dalam enam bulan terakhir, ada peningkatan pasien anak di RSUD Dr Soetomo karena kondisi tersebut.”

“Dalam satu hari ada dua sampai tiga anak,” kata Yunias kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (8/1/2020).

Mayoritas anak-anak itu masih duduk di bangku sekolah dasar, yakni antara usia lima sampai enam tahun.

Ada juga remaja awal yang berusia 13 sampai 15 tahun.

Yunias menyebutkan ada tiga cara untuk mengobati kecanduan bermain gawai.

Pertama, modifikasi perilaku.

Yunias menyampaikan modifikasi perilaku ini dapat dilakukan dengan membuat jadwal bermain gawai yang disepakati oleh anak.

“Kemudian buat kesepakatan dengan si anak. Selama itu, orang tua bisa meningkatkan komunikasi dengan anak, misalnya lebih banyak menghabiskan lebih banyak waktu bersama melalui bercerita dan bermain,” terang Yunias.

Kegiatan yang menyenangkan bisa mengaktifkan kembali otak bagian depan yang juga berperan untuk mengatur emosi dan gerakan tubuh.

Kedua, terapi kognitif perlaku.

Cara ini dilakukan bila anak berusia di atas enam tahun.

Cara ini adalah mengembalikan kebiasaan anak saat sebelum mengenal gawai.

“Dalam hal ini, anak bisa diajarkan bahwa terus menerus bermain gawai sampai lupa waktu, tidak menyelesaikan masalah,” ungkap Yunias.

Terapi ini dapat dilakukan dengan cara mengubah kebiasaan bermain gawai dengan membaca buku atau berdiskusi.

Ketiga, orang tua harus menjadi contoh.

Yunias menceritakan banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya kecanduan bermain gawai.

“Tapi, saya melihat orang tuanya juga terus-terusan membuka ponsel mereka.”

“Ketika diberi tahu, mereka beralasan kalau ada pesan penting yang harus dibuka,” kata Yunias.

Padahal, mengubah kebiasaan anak dalam bermain gawai juga harus didukung kebiasaan orang tua juga.

“Orangtua tidak bisa menyuruh anak berhenti bermain gawai kalau mereka sendiri masih terlihat terus memegang gawai setiap saat.”

“Anak juga mencontoh kebiasaan orangtua,” kata Yunias.

Menurutnya, ada beberapa gejala yang bisa menunjukkan bahwa anak kecanduan bermain gawai.

“Di antaranya adalah anak mudah tersinggung dan menggunakan banyak waktunya untuk bermain gawai.”

“Selain itu, tugas sekolah mereka juga sering terbengkalai,” ungkap Yunias.

gejala lainnya adalah mengisolasi diri dari komunitas sosial dan lebih memilih bermain gawai juga bisa menjadi tanda yang perlu diwaspadai.

“Tanda lainnya adalah anak menjadi rewel jika tidak diberi izin bermain gawai.”

“Bahkan ada anak yang sampai marah dan memukul jika keinginannya tidak terpenuhi,” tandas Yunias.

Begini Kisah Perjuangan Pasien yang Sembuh dari Virus Corona: Paksa Diri untuk Makan

Anggota DPRK Aceh Jaya Minta Proyek Pembangunan Irigasi Dievaluasi

Plt Kadiskes Aceh Selatan: 150.000 Lembar Masker Sudah Dipesan, Cuma belum Sampai

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul 3 Cara untuk Menangani Anak yang Kecanduan Gawai, https://suryamalang.tribunnews.com/2020/01/09/3-cara-untuk-menangani-anak-yang-kecanduan-gawai?page=all.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved