Serambi Award 2020
Universitas yang Mengedepankan Kreativitas
Rektor UTU, Prof Jasman berharap di ajang UTU Award tahun ini (dilaksanakan November) pesertanya lebih banyak dari mancanegara,
Universitas yang Mengedepankan Kreativitas
UTU terus berinovasi. Kampus yang dipimpin Prof Jasman J Ma’ruf ini punya satu agenda tetap tahunan yang dinamakan UTU Award. Tahun ini, UTU Award diselenggarakan untuk kelima kalinya, memperebutkan total hadiah Rp 229,5 juta.
Semua uang hadiahnya berasal dari kas UTU. Sedangkan hadiah istimewa bagi peserta WNI diberikan Kemendikbud kepada juara I untuk setiap kategori, berupa beasiswa satu semester kuliah di luar negeri.
Sedangkan trofi bergengsi yang diperebutkan adalah piala bergilir dari Kemendikbud RI. Kemampuan Rektor UTU melobi Mendikbud untuk menyediakan piala bergilir tentu saja patut diacungi jempol. Ada empat kategori yang dilombakan, yakni riset unggulan berbasis kewirausahaan (RUBK), produk inovatif berbasis pertanian dan perikanan (PIBPK), perencanaan bisnis (PB), dan desain toko online (DTO).
• Wabup Pidie Pimpin Rapat Siaga Virus Corona, Ini yang Dibahas
Dari tahun ke tahun peserta UTU Award terus bertambah. Tahun lalu lomba ini bahkan diikuti oleh mahasiswa dari Universiti Islam Sultan Zainal Abidin Terengganu Malaysia dan Universiti Malaysia Terengganu (UMT).
Tahun lalu, rekor UTU Award pecah. Secara berturut-turut empat kali mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Indonesia mampu mempertahankan juara umum 5th UTU Award Tahun 2019.
Atas prestasi itu tim UB berhak mempertahankan piala bergilir Kemendikbud (sebelumnya Kemenristekdikti). Adapun juara untuk kategori perencanaan bisnis diraih tim tuan rumah, yakni UTU yang berhasil merebut juara 1 dan 3.
Rektor UTU, Prof Jasman berharap di ajang UTU Award tahun ini (dilaksanakan November) pesertanya lebih banyak dari mancanegara, sehingga program UTU Award bisa mendunia. Catur Teuku Umar UTU juga tekun melestarikan tradisi, salah satunya Catur Teuku Umar, nama pahlawan nasional dari Aceh yang ditabalkan sebagai nama Kampus UTU.
• Hadapi UNBK, Sekolah di Aceh Singkil Gelar Simulasi
Catur ini pertama kali dikomersialkan di Belanda degan nama Teoekoe Oemar Spel pada tahun 1898, persis setahun sebelum Teuku Umar syahid di Meulaboh.
Catur ini menggambarkan taktik perang gerilya yang dimainkan Teuku Umar melawan pasukan Belanda yang senjatanya lebih canggih. Namun, dengan kehebatan strategi dan taktik gerilyanya, tak jarang pasukan Teuku Umarlah yang unggul.
• IDI Pidie Siap Mengawasi Virus Corona, RSUD Sigli Sudah Mempersiapkan Kamar Khusus, Jangan Panik!
Nah, fragmen ini dilestarikan UTU dalam permainan Catur Teuku Umar dan diperlombakan dengan total hadiah Rp 25.500.000. Tiap tahun, pesertanya terus bertambah.
Kisah heroik Teuku Umar sering pula dijadikan contoh oleh Prof Jasman dalam pidato-pidatonya saat mewisuda lulusan agar semua jebolan UTU memiliki semangat juang seperti Teuku Umar dalam melawan penjajahan yang saat ini wujudnya lebih kepada penjajahan ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/catur-raksasa-teuku-umar.jpg)