Berita Lhokseumawe
H Uma Mengaku Prihatin dengan Pertumbuhan UMKM di Aceh, Ini Alasannya
Keprihatinannya didasari sejumlah alasan, yakni kurang fokusnya pemerintah untuk pengembangan UMKM, peran perbankan masih sangat minim, dan kurang...
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
Keprihatinannya didasari sejumlah alasan, yakni kurang fokusnya pemerintah untuk pengembangan UMKM, peran perbankan masih sangat minim, dan kurang pemahaman dari pelaku UMKM akan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa diperoleh tanpa harus ada anggunan.
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau kerap disapa H Uma, mengaku sangat prihatin dengan kondisi perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Aceh.
Keprihatinannya didasari sejumlah alasan, yakni kurang fokusnya pemerintah untuk pengembangan UMKM, peran perbankan masih sangat minim, dan kurang pemahaman dari pelaku UMKM akan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa diperoleh tanpa harus ada anggunan.
Hal ini diungkapkan H Uma, kala melakukan pertemuan dengan jajaran Bapeda Kota Lhokseumawe, Jumat (6/3/2020).
H Uma memaparkan, kunjungan dirinya ke Bapeda Kota Lhokseumawe dalam rangka melakukan pengawasan terhadap Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencaaan Pembangunan.
"Ini dalam upaya adanya sinkronisasi program perencanaan pembangunan di Lhokseumawe dengan pemerintah pusat, terutama untuk menindaklanjuti tentang UMKM," katanya.
Dijelaskan, sekarang ini pemerintah sedang gencarnya merancang aturan dalam upaya lahirnya lapangan kerja bagi masyarakat.
• Ditangkap Setelah Satu Jam Kabur, Kapal Selundupkan Bawang dari Thailand
Jadi, dalam upaya pemerintah menciptakan lapangan kerja tersebut, paling diprioritaskan adalah meningkatnya UMKM-UMKM di daerah.
"Sehingga hasil pertemuan hari ini, kita lihat memang sudah ada arah dari Pemerintah Lhokseumawe untuk pengembangan UMKM. Namun belum signifikan. Sehingga kita imbau kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk terus memacu pengembangan UMKM, sekaligus melakukan upaya adanya sinkronisasi antara pihak perbankan dengan pelaku UMkM. Sehingga mereka bisa mengakses kredit ke bank-bank. Karena kita yakni, pertumbuhan ekonomi di Kota Lhokseumawe kedepannya akan sangat didukung oleh UMKM -UMKM," katanya.
3.000 UMKM di Aceh
• Dulu Dikenal Ratu Sinetron Indosiar, Imel Putri Cahyati Kini Pilih Vakum dan Jualan Baju
H Uma juga membeberkan, sesuai data dia peroleh, sekarang ini di Aceh ada sekitar 3.000-an UMKM.
Namun yang memprihatikan dirinya, hanya sekitar dua persen saja yang baru tersentuh kredit bank.
Sedangkan hal ini disebabkan banyak faktor, di antaranya adanya ketakutan dari pelaku usaha tersebut untuk mengakses kredit ke bank, karena yang terbayang mereka harus adanya anggunan.
"Padahal sekarang ini pemerintah sudah mengatur terhadap KUR yang tidak ada anggunan. Di samping juga adanya peraturan dari Menteri Keuangan, dari total dana yang disediakan untuk kredit okeh sebuah bank, 20 persen di antaranya harus ke UMKM. Walau pun kita akui, tidak semua bank sekarang ini patuh terhadap aturan itu," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pertemuan-haji-uma-dengan-bapeda-lhokseumawe.jpg)