Aceh Ekspor Kelapa ke Malaysia, Sebanyak 110 Ribu Butir
Kelapa-kelapa tersebut akan dikirim melalui Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, menggunakan KM Aceh Milinium dengan
BANDA ACEH - CV Tata Niaga Lestari akan mengekspor sebanyak 110 ribu butir kelapa dari Aceh menuju Malaysia. Kelapa-kelapa tersebut akan dikirim melalui Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, menggunakan KM Aceh Milinium dengan tujuan Pelabuhan Port Klang, Malaysia.
Manajer Pemasaran CV Tata Niaga Lestari, Mustafa Abdullah menjelaskan, sebelum dikirim ke Malaysia, buah kelapa tersebut terlebih dahulu dimasukkan ke dalam karung untuk memudahkan pengangkutan. Kelapa-kelapa itu dibawa ke Negeri Jiran melalui jasa perusahaan pelayaran PT Sea Asih Line.
“Kelapa-kelapa itu kita dibeli dari masyarakat di kawasan Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen seminggu sebelum diekspor,” jelas Mustafa Abdullah dalam keterangannya kepada Serambi, Jumat (6/3).
Mustafa menyatakan, untuk mengumpulkan kelapa sebanyak itu bukan hal sulit. Mengingat areal tanaman kelapa masih sangat luas di tiga daerah tersebut. Dikatakan, berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, pada tahun 2010 lalu areal kebun kelapa di Aceh mencapai 102.294 hektare (ha). Tahun 2015 luasnya bertambah 4.159 hektare menjadi 106.453 ha.
Pertambahan luas areal tanaman kelapa itu, menurut laporan pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, adanya penanaman kelapa swadaya dari masyarakat dan program penanaman kelapa khusus dari sumber dana APBN, APBA dan APBK, di sejumlah daerah.
Mustafa mengatakan, pihaknya melakukan ekspor kelapa tua ke Malaysia, karena ada permintaan. Jumlah kelapa yang dikirim baru memenuhi sebagian kecil pemintaan. Kebutuhan kelapa di Malaysia, kata Mustafa, sangat tinggi, bisa mencapai 1 juta butir per bulan. “Kita baru bisa memenuhi 10 persen dari kebutuhan kelapa di Malaysia,” ujarnya.
Mustafa menerangkan bahwa tahapan pengiriman kelapa ke Malaysia mendapat dukungan dari Kakanwil Bea Cukai Aceh, Dr Safuadi, petugas Bea Cukai Pelabuhan Krueng Geukuh, Kantor Karantina Lhokseumawe, dan pihak terkait lainnya.
Ditambahkan, pengiriman kelapa ke Malaysia ini terasa istimewa karena dilakukan melalui Pelabuhan Krueng Geukuh. Sebelumnya, Aceh mengekspor bambu dari Pidie ke Turki, melalui Pelabuhan Belawan, Sumut. “Jalur Krueng Geukuh-Port Klang, Malaysia, Insyaallah akan terus kita pertahankan untuk mengekspor berbagai komoditi perkebunan dan pangan lainnya dari Aceh ke Malaysia,” tandas Mustafa Abdullah.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan mengatakan, luas areal tanaman kelapa di Aceh saat ini mencapai 106.453 hektare. Dengan areal seluas itu, Aceh bisa memenuhi kebutuhan kelapa Malaysia.
Dari 23 kabupaten/kota, areal perkebunan kelapa paling luas di Kabupaten Bireuen mencapai 16.297 hektare, Aceh Utara 14.993 ha, Aceh Besar 14.726 ha, dan Aceh Timur seluas 6.979 ha.
Karena di Aceh akan ada tambahan kebun induk untuk pengembangan bibit kelapa dalam nasional, kata A Hanan, pihaknya tidak begitu khawatir, dengan permintaan kelapa tua dari Malaysia sebanyak 1 juta butir/bulan. “Dari Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur dan Kota Lhokseumawe, kebutuhan sebanyak itu mampu dipenuhi,” jelasnya.or kelapa, menurut A Hanan, bisa meningkatkan harga jual. Kalau selama ini dibeli pengumpul dengan harga Rp 3.000-Rp 4.000/butir, setelah ada kegiatan ekspo
Kegitan ekspr, harganya naik menjadi Rp 5.000-Rp 6.000/butir. “Sekarang ini, baru harga kelapa muda yang sudah mencapai Rp 8.000/butir,” ujarnya.(her)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapal-yang-akan-mengangkut-kelapa-dari-pelabuhan.jpg)