Wawancara Eksklusif
Jangan Habis Energi dalam Berwacana
Bulan ini, menjadi bulan keenam PT Trans Continent berinvetasi di KIA Ladong. Meski masih sendirian, perusahaan swasta nasional milik Ismail Rasyid
BULAN ini, menjadi bulan keenam PT Trans Continent berinvetasi di KIA Ladong. Meski masih sendirian, perusahaan swasta nasional milik Ismail Rasyid, putra Matangkuli Aceh Utara ini terus beraktivitas di kawasan itu. Ismail Rasyid optimis bahwa kawasan industri itu akan segera operasional. Apa saja yang telah mereka investasikan di sana? Sampai kapan mereka bertahan? Simak wawancara bagian kedua dengan Ismail Rasyid, melalui fasilitas pesan WhatsApp, Jumat 6 Maret 2020.
Apa saja yang sudah Anda investasikan di KIA Ladong?
Land clearing dan pematangan lahan seluas 10 hektare, 1 unit mobile crane, 1 unit exavator, 4 trailer dan 7 tronton, 12 unit forklift, 1 unit telehandler, kantor di stui, 32 unit kontainer, dan 1 unit reach stacker yang Insya Allah akan tiba akhir bulan Maret.
Pengalaman Anda, butuh berapa lama sebuah kawasan industri bisa operasional sejak dilaunching?
Dalam keadaan normal, jika semua fasilitas dibangun oleh pemerintah, maka dalam waktu setahun sudah operasional. Tapi jika fasilitas dibangun oleh swasta atau investor, maka paling lama dalam dua tahun sudah operasional. Karena butuh waktu satu tahun bagi investor untuk membangun fasilitas masing-masing.
Lebih spesifik, kapan kira-kira KIA Ladong menjalankan fungsinya sebagai kawasan industri?
Seharusnya sudah berjalan. Saya berharap pihak pemerintah membentuk satu tim kecil lintas departement, plus investor, dengan tugas-tugas dan target yang jelas yang memberikan perhatian khusus untuk pengembangan kawasan tersebut agar memberikan hasil nyata.
Jangan sampai calon-calon investor lain yang akan masuk menjadi ragu-ragu, sementara kita habis energi dalam berwacana. Perlu ada spekulasi yang terukur agar cepat implementasinya.
Dengan kondisi saat ini, sampai kapan Anda akan bertahan untuk berinvestasi di KIA Ladong?
Sebagai putra Aceh, saya akan berusaha semampu saya untuk berbuat yang terbaik bagi tanah kelahiran. Jadi saya akan bertahan sampai saya benar-benar tidak mampu lagi, sampai darah penghabisan lah. Hehe.
Tapi saya optimis KIA Ladong akan operasional dalam waktu dekat, karena saya melihat Pak Plt (Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah - red) sangat komit dan serius agar KIA ini segera operasional.
Hanya saja, mungkin ada beberapa kendala di tingkat bawah. Tapi saya yakin semua kendala itu akan selesai dalam waktu dekat. Itu tadi, karena Pak Plt sangat komit dan serius.
Beralih sedikit, beberapa waktu lalu, Anda ikut dalam rombongan delegasi Aceh ke India, kira-kira kegiatan apa yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat dari hasil kunjungan itu?
Sebagai pebisnis, juga bagian dari tim Kadin Aceh, Wakil Ketua Umum yang membidangi Perhubungan, saya bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bisa bergabung dalam rombongan tersebut. Ini merupakan suatu kehormatan dan sekaligus saya bisa cepat belajar bagaimana diplomasi pemerintah dalam menjalin hubungan G to G (government to government), kalau selama ini yang saya lakukan hanya B to B (business to business).
Saya melihat bahwa dengan jadwal yang sangat padat dan teratur, dengan tim terpadu yang berisi beberapa kepala SKPA, BPKS, Kadin, akademisi, dan media, sangat serius menggarap beberapa rencana tersebut, yaitu untuk bisa segera terkoneksi antara Aceh dengan Kepulauan Andaman Nicobar.
Ada beberapa rencana yang sekarang fokus untuk segera dilaksanakan, yaitu; Air connectivity, Trading/export import dan kerja sama yang berkaitan dengan beberapa komoditi unggulan seperti kopra, ikan, rempah-rempah, dan lain-lain. Rencana export material untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di kepulauan Andaman Nicobar. Di mana saat ini, Pemerintah Aceh langsung menindaklanjutinya untuk membicarakan dengan kementerian terkait di Jakarta, untuk mendapatkan arahan tentang perizinan proses selanjutnya.
Beberapa bulan lalu saya memang ikut serta dalam bursa pencalonan kepala BPKS dan sudah menjalani proses test tersebut, termasuk fit and proper test yang dilaksanakan oleh lembaga independen dan kredibel, termasuk tim pansel yang menurut saya sangat berintegritas dan profesional. Mengenai siapa saja calon kuat, saya tidak terlalu memikirkannya karena dalam hidup kita ada keinginan, cita-cita, ikhtiar/berusaha, serta berdoa. Namun keputusan terbaik untuk kita pada akhirnya berada pada ketetapan Allah SWT.
Khusus untuk saya sendiri saat ini fokus saya adalah ingin bisa berkontribusi dalam pembangunan di Aceh dan ini bisa saya lakukan degan tetap fokus di bisnis yang saya geluti. Mungkin dengan jalan ini saya akan bergerak lebih bebas dan cepat, bisa juga melalui lembaga lainnya. Yang penting kita memiliki niat yang kuat, tulus, dan memiliki komitmen yang jelas serta bisa bekerja sama dalam tatanan yang berlaku.
Beredar juga isu Anda akan maju dalam Pilkada Aceh 2022 atau 2024, bagaimana komentar Anda?
Fokus saya saat ini adalah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya selaku CEO Trans Continent. Jadi saya belum berfikir sedikitpun tentang peluang saya di politik. Selaku orang Aceh saya sangat percaya bahwa "langkah, raseuki, peuteumon, dan mawot" merupakan ketetapan Allah. Untuk rezeki, kita hanya diperintahkan menjemput dengan sungguh-sungguh apa yang telah Allah tetapkan.
Ketika mulai kuliah di Fakultas Ekonomi Unsyiah tahun 1987 lalu, saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan menjadi CEO Trans Continent. Karena, saat itu ayah saya yang bekerja sebagai utoh (tukang kayu), harus menjual tanah di kampung, kemudian dibagi-bagikan kepada anaknya, termasuk saya yang ingin melanjutkan kuliah.
Untuk membiayai kuliah saya bekerja sebagai kernet labi-labi jurusan Pasar Aceh-Lhoknga. Setelah tamat kuliah saya bekerja apa saja, yang penting halal, untuk menjemput rezeki saya. Menjadi tukang ojek dan sopir taxi di Batam, jadi buruh kasar di Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Saat itu, sama sekali tak terpikir suatu hari akan menjadi pemilik perusahaan. Saya hanya bekerja sungguh-sungguh setiap tugas dan amanah.
Alhamdulillah, hari ini Allah menakdirkan saya memimpin sebuah perusahaan yang sudah memiliki 19 cabang di 10 provinsi serta dua cabang di luar negeri yaitu di Perth Australia dan di Subic Filipina.
Jadi sekali lagi, kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi ke depan. Kalau Allah berkehendak, jangankan jadi gubernur, jadi presiden pun bukan hal yang mustahil. Kita hanya perlu bekerja sungguh-sungguh, hasilnya kita kembalikan kepada Allah Swt.(zainal arifin m nur)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ismail-rasyid-ceo-trans-continent.jpg)