Breaking News:

Kasus Virus Corona di Arab Saudi Bertambah Jadi 21 Orang

Menurut laporan dari Khaleej Times, pasien terbaru ini sempat berada di Mesir sebelum terbang ke Amerika Serikat (AS) selama 14 hari sebelum kedatanga

AFP/ABDEL GHANI BASHIR
Situasi di sekitar Kabah, di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, kosong dari para jemaah saat diberlakukan sterilisasi, Kamis (5/3/2020). Terkait merebaknya virus corona, Pemerintah Arab Saudi menutup sementara kegiatan umrah dan melakukan sterilisasi di sekitar Kabah termasuk lokasi untuk melakukan sai di antara Bukit Safa dan Marwah.(AFP/ABDEL GHANI BASHIR) 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Rabu (11/3/2020) Arab Saudi mengumumkan kasus infeksi baru virus corona.

Penambahan ini membuat "Negeri Petrodollar" mencatatkan 21 pasien virus corona.

Menurut laporan dari Khaleej Times, pasien terbaru ini sempat berada di Mesir sebelum terbang ke Amerika Serikat (AS) selama 14 hari sebelum kedatangannya di Bandara Jeddah.

Di bandara itulah kamera pemantau suhu tubuh mendeteksi peningkatan suhu pasien.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Arab Saudi sebelumnya mengumumkan jumlah pasien virus corona sebanyak 20 orang pada Senin (9/3/2020).

Sementara itu data dari South China Morning Post (SCMP) menunjukkan belum ada korban meninggal dari kasus infeksi SARS-CoV-2 di Arab Saudi.

Langkah antisipasi

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan kasus positif pertama virus corona pertama di negara mereka pada Senin (2/3/2020).

Dikutip dari kantor berita SPA via Arab News, penderita disebut melakukan perjalanan dari Iran melalui Bahrain.

Arab Saudi seperti dikutip dari Reuters, mengatakan pada Minggu (1/3/2020), pihaknya telah menyiapkan 25 rumah sakit untuk menangani setiap kasus virus corona yang mungkin terdeteksi di kerajaan tersebut.

Halaman
12
Editor: Faisal Zamzami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved