Giok Nagan Terbaik di Indonesia, Kadin Berharap Bisa Diekspor ke Luar Negeri

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, H Makmur Budiman mengungkapkan, batu giok yang berada di Nagan Raya

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Bupati Nagan Raya, Jamin Idham menyaksikan pengolahan batu giok untuk lantai Masjid Agung Baitul A’la di Suka Makmue, Kamis (5/3/2020).   

SUKA MAKMUE - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, H Makmur Budiman mengungkapkan, batu giok yang berada di Nagan Raya merupakan yang terbaik di Indonesia. "Giok ini tidak ada daerah lain. Apalagi batunya cukup keras," kata Makmur.

Makmur menyampaikan itu ketika meninjau mesin pengolah batu giok di Suka Makmue, Nagan Raya, Rabu (11/3/2020). Turut mendampingi Ketua Kadin Aceh adalah Bupati HM Jamin Idham dan sejumlah pengusaha Aceh dan Nagan Raya. Makmur berkunjung ke lokasi pengolahan batu gioksetelah menghadiri Muskab Kadin Nagan Raya. 

Dengan segala keunggulannya, Makmur berharap, batu giok di Nagan Raya dapat diekspor hingga ke luar negeri, termasuk Eropa. Apalagi, jelasnya, giok Nagan Raya dapat dibuat berbagai macam produk dengan harga jual terbaik. “Apalagi sekarang di Nagan Raya telah hadir pabrik pengolah batu giok,” ujarnya.

Untuk itu, urai Makmur, Kadin Aceh memberikan dukungan kehadiran pabrik mesin pengolah batu giok di Nagan Raya untuk mengolah keberadaan sumber daya alam (SDA) tersebut. Ia menginginkan, ke depan di Nagan Raya bisa muncul atau hadir UKM (usaha kecil menengah) yang memproduksi serta mengolah batu giok lokal. “Kita minta Pemerintah Aceh dan Pemkab Nagan Raya memberikan dukungan sehingga batu giok Nagan Raya dapat diekspor hingga ke luar negeri,” ucapnya.

Seperti diketahui, mesin pengolah batu giok yang berlokasi di Suka Makmur, Nagan Raya dan telah diresmikan pada pekan lalu itu merupakan milik pengusaha lokal. Keberadaan mesin itu bertujuan untuk memotong dan mengolah batu giok sebagai material lantai Masjid Agung Baitul A'la milik Pemkab Nagan Raya. Jumlah batu giok yang disiapkan untuk proyek pembangunan masjid agung yang disebut juga 'Masjid Giok' itu mencapai 7.000 meter persegi. Ke depan, pabrik ini akan terus beroperasi mengolah batu giok untuk keperluan lainnya karena giok kini sudah menjadi ikon Kabupaten Nagan Raya.

Sementara itu, Fadlyandri terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Nagan Raya dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) II di Hotel Grand Nagan, Nagan Raya, Rabu (11/3/2020). Muskab dibuka Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham dan dihadiri Ketua Kadin Aceh, H Makmur Budiman.

Usai terpilih, Fadlyandri menyampaikan apresiasi kepada teman-teman pengusaha yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memegang amanah sebagai Ketua Kadin Nagan Raya periode 2020-2025. Sedangkan, Ketua Kadin Aceh, Makmur Budiman menyatakan, bahwa Kadin merupakan sebuah organisasi yang mempunyai misi memajukan sektor perdagangan dan industri.

Di lain pihak, Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham menegaskan, pemerintah daerah memberikan dukungan kepada Kadin demi kemajuan Nagan Raya. “Diharapkan ke depan kehadiran Kadin dapat berkontribusi di Nagan Raya,” tukasnya.(riz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved