Breaking News:

Harga Minyak Dunia Melorot, Pertamina Belum Berniat Turunkan Harga BBM

Penyesuaian harga BBM, menurutnya, dibutuhkan koordinasi serta perhitungan yang akurat. Disertai pertimbangan lainnya.

Editor: Amirullah
TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI-- Alat pengisi bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite RON 90, di SPBU Coco, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Heru Setiawan berpendapat, perseroan belum berencana untuk menyesuaikan atau menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kendati, harga minyak mentah dunia melorot hingga ke 30 dollar AS per barrel, perseroan masih memantau pergerakan harga tersebut.

"Belum, itu masih jauh," kata Heru di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Penyesuaian harga BBM, menurutnya, dibutuhkan koordinasi serta perhitungan yang akurat. Disertai pertimbangan lainnya.

"Itu perlu koordinasi dengan semua stakeholder, dari Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian Perekonomian, dan Kementerian BUMN," ujar Heru.

Pergerakan harga minyak Brent saat ini, yang mulai naik ke 37 dollar AS per barrel. Sementara itu, anjloknya harga minyak mentah dunia bakal berdampak terhadap defisit neraca perdagangan yang melebar.

Tumbuh Subur di Jabar, Tanaman Kina Berpotensi Jadi Obat Corona, Kandungannya Mirip Penawar di Wuhan

Tantang Perang Dagang Rusia, Arab Saudi Bakal Banjiri Dunia dengan Minyak Mentah

Seorang Warga Bener Meriah Meninggal Tertimpa Pohon Saat Membuka Lahan Kebun, Begini Kronologisnya

Sektor migas, disinyalir bakal menyumbang defisit neraca perdagangan.

Namun, Pertamina berupaya untuk mencegah terjadinya defisit dari sektor migas. Meski tidak dijelaskan detail cara menekan defisit neraca dagang.

"Tapi yang jelas kita akan memantau terus perjalanan harga ini. Kita memitigasi Pertamina, misalnya bagaimana dengan bentuk-bentuk dan impact-nya terhadap Pertamina, bagaimana rencana-rencana impor ekspor kita, bagaimana project-project kita akan kita mitigasi," jelasnya.

Sebelumnya acuan harga minyak internasional Brent anjlok sebesar 27 persen pada Senin (9/3/2020) menjadi 33,09 dollar AS per barrel.

Hal tersebut terjadi usai Arab Saudi mengejutkan pasar dengan menyatakan perang harga dengan Rusia yang pernah menjadi sekutunya.

Sementara pada Minggu (9/3/2020) malam, harga minyak mengalami penurunan di level terendah sejak 1991.

Pada awal pekan ini, harga minyak AS jatuh sebanyak 27 persen ke level terendah selama empat tahun menjadi 30 dollar AS per barrel.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertamina Belum Berniat Turunkan Harga BBM"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved