Kamis, 16 April 2026

Tantang Perang Dagang Rusia, Arab Saudi Bakal Banjiri Dunia dengan Minyak Mentah

Pengumuman ini semakin menegaskan jika Raja Salman bakal membela mati-matian negaranya dari Rusia di lini perminyakan dunia.

Editor: Amirullah

SERAMBINEWS.COM - Arab Saudi, salah satu eksportir minyak mentah mendadak menantang perang dagang Rusia.

Pengumuman ini semakin menegaskan jika Raja Salman bakal membela mati-matian negaranya dari Rusia di lini perminyakan dunia.

Mengutip Kompas.com, Selasa (10/3/2020) gegara hal ini harga minyak Brent anjlok sebesar 27 persen.

Ini menjadi level terendah sejak tahun 1991.

Penurunan harga ini sengaja dilakukan Riyadh lantaran mereka bakal membanjiri persediaan minyak dunia untuk merebut pangsa pasar dari Rusia.

Ketegangan ini muncul saat OPEC dan Rusia tidak saling sepakat.

Moskow menolak mengikuti upaya OPEC untuk menyelamatkan pasar minyak yang rusak karena virus Corona.

OPEC menyarankan agar memangkas produksi minyak sementara waktu agar Corona mereda namun Rusia menolak.

Ayah Kritis Saat Tolong Anak Jatuh ke Dalam Sumur di Aceh Barat

Ditertawakan Suami saat Tersandung, Mempelai Wanita Ini Langsung Minta Cerai Usai 3 Menit Menikah

Video Viral, Kepala Lelaki Ini Terbakar Saat Tiup Lilin Ulang Tahun yang Disemprot Cairan Aerosol

Pasalnya saat Corona melanda permintaan akan minyak menurun drastis.

Tak mau nurut, Arab Saudi lantas nekat saja membanjiri dunia dengan suplai minyak agar Rusia tahu rasa.

()

Vladimir Putin The Telegraph

"Sinyalnya adalah Arab Saudi sedang mencari cara untuk membuka keran perdagangan minyak dan memperjuangkan pangsa pasar," kata Matt Smith, direktur riset komoditas di ClipperData.

Virus Corona Merebak, Siswi SMK Ini Olah Daun Kelor jadi Pangan Penangkal Virus Corona

13 Pasien DBD di NTT Meninggal Dunia, Menkes Terawan: Itu Kehendak Tuhan

Kini setelah melakukan tindakan nekart tersebut, harga minyak dunia anjlok lantaran kelebihan stok.

Imbasnya para karyawan pertambangan minyak terancam kena PHK karena harga minyak terlalu murah.

Sebelumnya pada September 2001 silam harga minyak juga sempat anjlok lebih dari 15 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved