Luar Negeri
Presiden AS Donald Trump Sudah Dites Virus Corona, Hasilnya Negatif Covid-19
Dokter Gedung Putih Sean Conley menyatakan, Presiden AS Donald Trump sudah dites virus corona, dengan hasilnya negatif.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Dokter Gedung Putih Sean Conley menyatakan, Presiden AS Donald Trump sudah dites virus corona, dengan hasilnya negatif.
Prsiden 73 tahun itu memutuskan melakukan tes buntut konfirmasi kasus yang menimpa salah satu pejabat Brasil saat makan malam di Mar-a-Lago, Florida.
"Petang ini, saya menerima konfirmasi bahwa hasil tesnya negatif," kata Conley dalam memo sebagaimana dikutip dari AFP Sabtu (14/3/2020).
Conley menuturkan, selama satu pekan sejak acara makan malam di Mar-a-Lago yang berlangsung pekan lalu, Trump tak menunjukkan gejala virus corona.
Sebelumnya, dokter Gedung Putih yang juga Komodor Angkatan Laut AS itu menuturkan bahwa presiden 73 tahun itu tak membutuhkan tes, apalagi karantina.
Alasannya selain tidak menunjukkan gejala, Conley berasumsi, Trump tidak terlalu melakukan kontak dengan pejabat Brasil yang terpapar virus.
Pejabat yang dimaksud adalah sekretaris pers Fabio Wajngarten, yang menjadi viral setelah foto mereka berdekatan menyebar di media sosial.
Tak lama kemudian, Presiden Jair Bolsonaro dikabarkan juga terkena virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu.
Namun, kabar tersebut dibantah pemerintahannya.
Meski hasil tesnya negatif, Gedung Putih tetap melakukan langkah pengamanan untuk melindungi Trump dan Wakil Presiden Mike Pence.
Antara lain dengan meminta para jurnalis melakukan pemeriksaan suhu tubuh, terutama mereka yang hadir saat makan malam di Mar-a-Lago.
Dalam keterangannya di Twitter, juru bicara Pence mengatakan ada satu awak media yang harus dikeluarkan setelah suhu tubuhnya menunjukkan 38 derajat Celsius.
Gedung Putih langsung mengeluarkan si jurnalis yang tak disebutkan identitasnya itu setelah tiga kali gagal lolos dalam cek suhu.
BerdaSarkan data dari SCMP, AS telah melaporkan 2.206 kasus, termasuk yang masih bersifat dugaan, dengan 49 orang meninggal.
Presiden dari Partai Republik tersebut mengumumkan adanya perluasan larangan kunjungan dari Eropa ke daratan utama Negeri "Uncle Sam".