Berita Aceh Tengah
Green House Bunga Krisan di Takengon Sasaran Studi Banding Pejabat Tamiang, Ini Manfaat Bunga Krisan
Adapun sasaran studi banding ini ke Green House Kebun Bibit Bunga Krisan Jaya Mandiri, Desa Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Takengon, Aceh Tengah.
Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Mursal Ismail
Adapun sasaran studi banding ini ke Green House Kebun Bibit Bunga Krisan Jaya Mandiri, Desa Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Takengon, Aceh Tengah.
Laporan Nasir Nurdin
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Pejabat Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang melakukan studi banding ke Aceh Tengah.
Studi banding itu mereka lakukan bersama Peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh.
Adapun sasaran studi banding ini ke Green House Kebun Bibit Bunga Krisan Jaya Mandiri, Desa Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Takengon, Aceh Tengah.
Pejabat Aceh Tamiang yang berkunjung ke pembibitan bunga krisan, Jumat (14/3/2020) adalah Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Yunus SP.
Kemudian Kabid Produksi Irwan Hadi, Peneliti BPTP Aceh Abdul Azis yang juga Liaison Officer Aceh Tamiang.
• Dampak Virus Corona, Sekolah di Aceh Singkil Diliburkan sampai 28 Maret
• Kadisdik Bener Meriah Sebut soal Libur Sekolah untuk Antisipasi Corona Masih Menunggu Arahan Resmi
• Dampak Virus Corona di Aceh, Seluruh Madrasah di Pidie Diliburkan, Peserta UAMBN-BK akan Disemprot
Menurut Yunus, kunjungan ke demplot tersebut sebagai pembelajaran dan studi banding dalam upaya mengembangkan budidaya bunga krisan.
Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang.
“Kunjungan ini juga merespons arahan Bupati Aceh Tamiang dalam mendukung kepariwisataan di Tamiang melalui agrowisata,” kata Yunus melalui Peneliti BPTP Aceh, Abdul Azis kepada Serambinews.com, Minggu (15/3/2020).
Yunus berharap dari kunjungan tersebut pihaknya dapat mengadopsi serta mengembangkan bunga krisan di Aceh Tamiang.
Pasalnya beberapa lokasi, seperti di Kampung Bengkelang dan sekitarnya serta di Kecamatan Bandar Pusaka cocok ditanami jenis bunga tersebut.
Alasannya karena berada di ketinggian hingga 700 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Apabila ini diterapkan, maka akan dapat meningkatkan ekonomi dan taraf hidup masyarakat sekaligus membantu menurunkan angka kemiskinan secara umum,” katanya.
Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang juga berterima kasih atas sambutan Kadistan Aceh Tengah, Nasrun Liwanza beserta jajarannya.
“Kami dapat mengambil pembelajaran yang sangat berharga dari kunjungan singkat ini,” kata Yunus.
Kadistan Aceh Tengah, Nasrun Liwanza, menyiratkan kebanggaan atas kunjungan Kadistan Aceh Tamiang dan Peneliti BPTP Aceh.
Nasrun berjanji akan mendukung dan bersedia memberikan bantuan teknis jika diperlukan.
Nasrun juga mengharapkan dengan adanya demplot bunga krisan di daerahnya dapat mendukung sektor pariwisata dan menjadikan Takengon sebagai Kota Bunga.
“Dengan dukungan semua Pemkab Aceh Tengah termasuk DPRK-nya, kami yakin bisa mewujudkan Takengon sebagai Kota Bunga,” ujar Nasrun.
Seorang petani milenial, Hamdi mengatakan, demplot budidaya bunga krisan di Aceh Tengah baru ditempatkan di empat lokasi, yaitu Desa Bujang, Hakim Bale Bujang, Paya Tumpi, dan Buter Balik.
Hamdi yang alumni Fakultas Teknis tersebut telah membuat demplot dan telah mencoba mengembangkan beberapa varian, seperti bunga krisan, sedap malam, dan cisadane.
Menurutnya, budidaya bunga krisan memiliki prospek yang sangat baik.
Ia mengaku telah membina 15 anggota kelompok.
Sektor ini selain dapat menciptakan lapangan kerja juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menghidupkan pariwisata.
“Selain untuk keindahan, daun bunga krisan juga bisa dijadikan teh, bahkan permintaan bunga krisan untuk pasar Jepang sangat tinggi,” pungkas Hamdi.
Dari berbagai referensi disebutkan, bunga krisan (chrysanthemum) memiliki berbagai keistimewaan.
Warnanya yang memikat dan baunya yang semerbak membuat tanaman dari keluarga Asteraceae menyempurnakan segala jenis taman, termasuk taman minimalis.
Bunga yang berasal dari daratan Eropa Timur Laut dan Asia, dapat bertahan dua minggu setelah dipetik dan diletakkan dalam vas berisi sedikit air.
Maka tidak heran bila bunga krisan juga dijadikan bunga potong sebagai hiasan acara pernikahan dan sebagai karangan bunga.
Selain untuk keindahan, bunga yang punya nama lain bunga seruni ini juga bermanfaat untuk kesehatan.
Masyarakat Jepang punya kebiasaan minum teh yang dicampur bunga krisan.
Sebuah kebiasaan yang menyehatkan, karena teh bunga krisan ternyata mengandung vitamin A, vitamin C, niacin, folat, protein, kalsium, zat besi, dan magnesium.
Beberapa manfaat bunga krisan antara lain menjaga kekebalan tubuh, menurunkan demam,membersihkan racun (detoksifikasi) hati.
Kemudian mengatasi penyakit akibat gangguan pernapasan, menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Selanjutnya menghilangkan jerawat, sehingga wajah terlihat lebih sehat dan cantik, dan meringankan sakit kepala dan stres. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bunga-krisan-di-aceh-tengah.jpg)