Kamis, 16 April 2026

Wabah Virus Corona

Ini Arti Penting 14 Hari di Rumah, Selamatkan Ribuan Nyawa Hingga Putuskan Rantai Penularan Corona

Dokter Reisa Broto Asmoro mengungakapkan alasan mengapa 14 hari menjadi begitu penting untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Editor: Ansari Hasyim
HUMAS PEMERINTAH ACEH
Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hanif, Direktur RSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine dan rombongan meninjau ruangan serta fasiitas ruang Isolasi Respiratory Intensive Care Unit (RICU), tempat perawatan pasien suspect virus Corona di RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh, Kamis (12/3/2020) 

Laporan Agus Ramadhan I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Indonesia menetapkan virus corona atau Covid-19 sebagai bencana nasional.

Presiden Joko Widodo menginstruksikan seluruh masyarakat untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah selama 14 hari kedepan.

Menindak lanjuti itu, Plt Gubernur Aceh juga menginstruksikan sekolah di bawah naungan Pemprov untuk diliburkan selama 14 hari.

Mengambil langkah yang sama, Menpan RB, Tjahjo Kumolo memutuskan aparatur sipil negara (ASN) dapat bekerja dirumah selama 14 hari ke depan.

Sakit Hati Diputusin, Wanita Ini Cincang & Masak Pacarnya Jadi Nasi Kebuli Lalu Dibagi ke Tetangga

Menang Laga Tandang & Catat Rekor Gol Tercepat, Persiraja Masuk Moment Of The Week Pekan Ke-3 Liga 1

Tapi tahukan Anda apa makna 14 hari melawan virus corona tersebut?

Dokter Reisa Broto Asmoro mengungakapkan alasan mengapa 14 hari menjadi begitu penting untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Libur 14 hari dapat meyelamatkan ribuan nyawa” kata dokter Reisa.

Ia mengungkapkan bahwa masa penularan virus corona atau Covid-19 minimal 2-14 hari sampai muncul gejala.

Artinya orang tersebut bisa tetap merasa sehat meski ternyata dirinya sudah terinfeksi virus corona.

Jadi, jika seorang anak atau siapapun itu tetap berpergian ke mall, tempat rekreasi, rumah saudara, dan tempat keramaian.

Seandainya, sewaktu di jalanan atau di suatu tempat di hari ke 10 dan tertular dari orang lain atau tempat yang ia kunjungi.

“Mungkin di hari ke 14 dirinya belum ada tanda-tanda sakit. Tapi dia sudah membawa virus corona di tubuhnya dan berpotensi menularkan” kata dokter Reisa.

Dokter Reisa pun mengajak semua masyarakat Indonesia harus patuh untuk tidak kemana-mana atau keluar rumah selama 14 hari tersebut.

Kecuali untuk hal yang sangat perlu dan tidak bisa digantikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved