Breaking News:

Pemusnahan Barang Bukti, Mobil Milik Pengedar Narkoba Hancur Dihajar Beko

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang melakukan pemusnahan barang bukti milik bandar narkoba berupa satu unit mobil avanza

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Satu unit mobil Avanza milik pengedar narkoba dimusnahkan dengan cara dirusak menggunakan beko di Kejari Aceh Tamiang, Selasa (17/3/2020). 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang melakukan pemusnahan barang bukti milik bandar narkoba berupa satu unit mobil avanza. Namun tindakan itu mendapat kritikan dari praktisi hukum, karena seharusnya bisa menjadi aset daerah.

MOBIL Avanza mulus warna hitam itu hancur lebur, rata dengan tanah setelah berkali-kali dihajar beko. Mobil tersebut merupakan milik dua terpidana narkoba, yakni Sanibar dan Sabri Idris. Mereka divonis 20 tahun penjara oleh PN Kualasimpang.

"Mobil ini digunakan dua pelaku untuk mengangkut ganja sekitar 10 kilogram," kata Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (BB) Kejari Aceh Tamiang, Teddy Lazuardi.

Dalam pemusnahan Selasa (17/3/2020) kemarin, tim eksekutor menggunakan satu unit beko. Avanza yang sudah diparkirkan di halaman belakang Kantor Kejari Aceh Tamiang kemudian ditekan dengan bucket. Proses ini berlangsung berulang-ulang hingga mobil tersebut hancur dan rata dengan tanah.

Pemusnahan itu juga turut disaksikan perwakilan Pengadilan Negeri Kualasimpang dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Teddy juga menjelaskan bahwa pemusnahan dengan cara dihancurkan itu sudah sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA).

“Pemusnahan mobil dengan cara dihancurkan itu sebagai peringatan terhadap pelaku lain dan diharapkan bisa menjadi efek jera,” ujarnya.

Selain mobil, jaksa juga turut memusnahkan barang bukti lain, yakni sabu-sabu dan ganja. Sabu-sabu seberat 110 gram dimusnahkan dengan cara diblender, sedangkan ganja kering sebanyak 10 kilogram dimusnahkan dengan cara dibakar.

Dijelaskan Teddy, seluruh barang bukti itu merupakan perkara narkoba yang sudah diputus PN Kualasimpang selama periode November 2019 hingga Maret 2020. Dalam rentang waktu empat bulan itu, dia menyebutkan, ada 79 perkara yang sudah diselesaikan di pengadilan.

Teddy mengatakan, jumlah kasus itu mencerminkan tingginya angka kejahatan narkoba di Aceh Tamiang. Jaksa sendiri dalam beberapa kasus kerap menuntut terdakwa narkoba dengan tunutan maksimal mati, walau pada akhirnya tak satupun tuntutan itu dikabulkan majelis hakim.

Dikritik

Namun proses pemusnahan mobil tersebut mendapat kritikan dari praktisi hukum di Aceh Tamiang, Suryawati. Dia menilai perusakan sampai hancur itu kurang tepat. Sebaiknya mobil tersebut dijadikan aset pemerintah daerah atau dilelang, sehingga akan berdampak positif bagi daerah.

“Setahu saya mobilnya masih bagus dan sebaiknya difungsikan sebagai aset daerah. Saya tidak menyalahkan jaksa, karena memang pada dasarnya bunyi putusannya memang dihancurkan,” kata Suryawati.(mad)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved