Corona di Aceh
Cegah Corona, Guru Dayah Terpadu Ulumul Islam Bentuk Posko Penitipan Barang, tak Perlu Jumpa Santri
Posko tersebut didirikan sebagai upaya meminimalkan interaksi pengunjung dengan santri yang mondok di dayah ini guna mencegah penyebaran virus corona.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Posko tersebut didirikan sebagai upaya meminimalkan interaksi pengunjung dengan santri yang mondok di dayah ini guna mencegah penyebaran virus corona.
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Guru Dayah Terpadu Ulumul Islam Terpadu di Desa Samakurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, mendirikan posko.
Posko penerimaan barang tamu itu didirikan, Selasa (18/3/2020).
Posko tersebut didirikan sebagai upaya meminimalkan interaksi pengunjung dengan santri yang mondok di dayah ini guna mencegah penyebaran virus corona.
Kepala Bidang Kesantrian Dayah Terpadu Ulumul Islam, Ustaz Wahyu, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Kamis (19/3/2020).
“Dengan posko ini, wali santri atau siapa pun yang ingin menitipkan barang, tinggal menulis nama santri atau juga menitip pesan.
Barang tersebut nantinya diantar langsung oleh guru yang piket ke santri,” kata Ustaz Wahyu.
• Virus Corona Meluas, Anggota DPR RI Krisdayanti dan Keluarga Malah Liburan ke Swiss
• Pengakuan Tersangka Saat Beraksi Curi Uang Melalui ATM, Dag Dig Dug Juga
• Mahathir Mohamad Karantina Diri Usai Kontak dengan Politisi yang Positif Terkena Covid-19
Dengan demikian, kata Ustaz Wahyu, santri tidak kontak langsung dengan pengunjung.
Hal ini dilakukan hanya untuk pencegahan penyebaran virus corona.
“Mudah-mudahan dengan kita buat posko ini dapat mencegahnya,” kata Ustaz Wahyu.
Ustaz Wahyu mengatakan sekolah di dayah terpadu itu memang diliburkan, tetapi untuk pengajian masih berlangsung sebagaimana biasa bagi santri yang mondok.
Bahkan kata Ustaz Wahyu, selama mewabahnya virus Corona, di dayah itu pihaknya memperbanyak kegiatan berzikir dan doa bersama.
Tujuannya agar terhindar dari virus corona tersebut dan penyakit lainnya.
Ustaz Wahyu menambahkan saat ini jumlah santri di dayah itu sudah mencapai 700 orang.
Selain mengenyam pendidikan dayah, santri juga dapat sekolah ke SMP dan SMA. (*)