Senin, 20 April 2026

Wabah Corona

Selain Corona, Ini Wabah Mematikan yang juga Sempat Menyerang Manusia

Selain corona, ternyata telah ada wabah sebelum corona yang mematikan dan merengut nyawa yang cukup banyak.

Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Ilustrasi sakit karena wabah 

Laporan Syamsul Azman

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Virus Covid-19 atau lebih dikenal dengan corona menjadi kekhawatiran bagi umat manusia, mengapa tidak, 8.953 orang tercatat telah meninggal akibat virus ini. Selain itu, 219.052 tercatat telah terinfeksi oleh wabah ini seperti dikutip pada coronavirus.thebestlab.com.

Di Indonesia sendiri telah tercatat 19 orang meninggal akibat virus dan 227 orang terinfeksi dan tiap hari memperlihatkan angka terus naik.

Tahukan Anda, selain corona, ternyata telah ada wabah sebelum corona yang mematikan dan merengut nyawa yang cukup banyak. 

Dikutip dari berbagai sumber, ini wabah yang pernah melanda umat manusia. 

Wabah Justinian

Wabah ini diperkirakan membunuh 50 juta manusia di Timur Tengah, Asia. Wabah ini pertama ditemukan pada tahun 541 M. Pada tahun 541, tikus di kapal gandum dari Mesir membawa penyakit sampai ke Kekaisaran Romawi Timur. 

Wabah Justinian dengan cepat menghancurkan kekaisaran Romawi. Bahkan sang kaisar sendiri Justinianus I, mengidap penyakit itu dan dinamai sesuai dengan nama pada raja saat itu. 

Sebelum ia meninggal karena wabah ini, diduga pada suatu ketika sebanyak 5.000 orang meninggal perhari di Kota Konstantinopel, ibukota Kerajaan Romawi. Pada akhirnya, sekitar 40 persen dari populasi kota Konstantinopel tewas. Begitu cepat dan banyaknya yang terserang wabah ini sehingga tubuh bertumpuk di pinggir jalan. 

Maut Hitam 

Wabah ini dikenal dengan Maut hitam atau Black Death. Merupakan virus hebat yang pertama kali melanda Eropa pada pertengahan hingga akhir abad ke-14 (1347-1351) dan membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa. 

Maut Hitam menimbulkan akibat drastis terhadap populasi Eropa, serta mengubah struktur sosial Eropa. Wabah ini mengakibatkan perburuan dan pembunuhan terhadap kaum minoritas seperti Yahudi, pendatang, pengemis, serta penderita lepra. 

Tingkat kematian dari wabah ini sangat bervariasi di seluruh daerah dan berbeda tergantung sumbernya. Diperkirakan wabah ini membunuh kurang lebih 200 juta orang pada abad ke-14. 

Wabah penyakit ini paling umum menularkan dari pembengkakan kelenjar getah bening (Bubo) yang muncul di leher korban, ketiak ataupun pangkal paha. Penyakit ini tumbuh dengan berbagai ukuran, dimulai dari sebesar telur hingga sebesar apel.

Meskipun beberapa orang selamat dari penderitaan, wabah penyakit ini biasanya hanya memberikan harapan hidup satu minggu pada korban. Penyebaran wabah Pes bermula dari serangga (umumnya kutu) yang terinfeksi melalui kontak langsung dengan hewan pengerat seperti  tikus yang terinfeksi wabah. Setelah tikus tersebut mati, kutu menggigit manusia dan menyebarkannya kepada manusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved