Corona di Aceh
Antisipasi Corona, Mahasiswa Aceh di Mesir Hentikan Kegiatan Pengajian
Berkaitan dengan hal ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) telah mengeluarkan Surat Edara
Penulis: Subur Dani | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Subur Dani | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hingga Selasa, 17 Maret 2020, Kementerian Kesehatan Mesir mengonfirmasi ada 196 kasus Covid-19 dengan enam jiwa kematian, dan 26 dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari karantina rumah sakit.
Menteri Kesehatan Mesir, Hala Zayed, menyatakan bahwa mayoritas kasus terinfeksi Covid-19 yang ditemukan oleh Kementerian Kesehatan berasal dari jamaah perjalanan umrah atau karena berhubungan dengan kasus-kasus yang terdeteksi sebelumnya.
Penyebaran Covid-19 yang mulai menjangkiti Mesir, membuat pemerintah Mesir mengeluarkan peraturan menutup seluruh kegiatan belajar mengajar, selama dua minggu, baik formal, maupun nonformal berupa tempat-tempat pengajian terbuka.
Pemerintah juga melarang aktivitas yang menghimpun massa dalam jumlah besar, terhitung sejak 15 Maret 2020, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 melalui kontak langsung.
Pemerintah Mesir juga telah mengumumkan penangguhan lalu lintas udara internasional di semua bandara Mesir mulai sore Kamis 19-31 Maret mendatang.
Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbuly, mengatakan pada konferensi pers bahwa keputusan itu bertujuan untuk mencegah penyebaran virus.
Hanya beberapa penerbangan internasional yang diizinkan, seperti penerbangan kebutuhan medis dari dan menuju Mesir.
• Update Corona di Aceh: 45 Dalam Pemantauan, 28 Pasien Dalam Pengawasan dan 22 Dipulangkan
• Puluhan Warga Adukan Keuchik
• RSUZA Kembali Terima Dua Pasien dengan Gejala Mirip Corona, 1 Berstatus PDP, 1 Diisolasi di Rumah
Berkaitan dengan hal ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) telah mengeluarkan Surat Edaran berupa imbauan untuk menangguhkan seluruh bentuk kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar, menghindari tempat-tempat keramaian, tidak melakukan perjalanan wisata, dan selalu menjaga kesehatan.
Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir yang rencananya akan mengadakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan pemilihan ketua baru pada akhir Maret ini terpaksa menghentikan aktivitas kepanitiaan dan mengundurkan jadwal acara.
“Semua kegiatan KMA sudah kita hentikan, termasuk pengajian-pengajian kitab yang rutin kita adakan di Meunasah Aceh. Kegiatan LPJ dan pemilihan ketua baru juga terpaksa kita tangguhkan ke bulan depan, dan masih berpotensi ditunda lagi jika kondisi semakin tidak kondusif. Namun, insya Allah, kita sama-sama doakan kondisi Mesir semakin baik dan sehat ke depan,” ujar A’maril Basyiriy, ketua KMA Mesir.
Dengan jumlah mahasiswa Aceh di Mesir sebanyak 545 jiwa, A’maril juga berharap semua mahasiswa Aceh selalu menjaga kesehatan dan mengindahkan semua imbauan yang telah disebarkan KBRI dan PPMI Mesir.(*)